Sebuah rasa sakit yang nggak pernah bisa didefinisikan bagaimana rasanya. Kalau ingin tahu, cobalah sendiri untuk mengalami ini semua.
Berat. Sesak. Sedih. Kecewa.Semua jadi satu di dalam sana, yang kumaksud hati. Kamu nggak akan tahu bagaimana rasanya. Aku tahu rasanya jadi kamu yang harus mengakhiri semuanya. Tapi kamu juga harus tahu bagaimana rasanya jadi aku yang seolah hanya untuk kesenangan sementara. Sedangkan kamu nggak mau tahu bagaimana rasanya setelah kamu mengatakan "Selamat Tinggal". Mungkin kamu berpikiran aku terlalu berlebihan dengan semua ini, kan?
Aku juga sempat berpikiran gitu. Terlalu lebay untuk menghadapinya. Tapi ini semua keluar dari dalam sana. Nggak pernah dibuat-buat, apalagi cuma buat cari perhatian. Kamu salah.
Kalau aku mau, aku nggak akan pernah mau mengeluarkan semua tangisku hanya karena ini, tidak terlalu penting kalau dilihat, tapi kenyataannya ini sangat penting, bahkan menyangkut masalah perasaan.
Ketika seseorang mengalami patah hati, maka seketika itu dia akan berubah menjadi seorang penulis yang hebat, semua bisa dia keluarkan dalam sebuah tulisan sepeti sekarang yang aku lakukan saat ini.
Cinta tapi beda, itu istilah yang diberikan Dwitasari. Dan sekarang aku ngalamin sendiri gimana rasanya Cinta tapi Beda.
Aku kira awalnya perbedaan kita akan saling menguatkan apa yang harusnya diperjuangkan diantara kita.
Aku kira awalnya kita akan sama-sama berjuang.
Tapi ternyata, mungkin pemikiranku terlalu dewasa, belum waktunya untuk memperjuangkan semuanya, karena pada akhirnya aku tahu kalau kamu nggak pernah berusaha memperjuangkan aku. Aku berjuang sendirian. Bahkan aku bisa merasakan kalau aku sedang berjuang sendirian.
Aku udah dewasa, aku udah bisa ngendaliin emosiku. Bahkan untuk hal yang menyangkut dengan perasaan, aku udah mulai hati-hati, nggak pernah mau main-main, mencoba berpikir dan bersikap dewasa karena aku tahu siapa yang ada disampingku, orang yang udah dewasa pula.
Tapi kenapa disaat aku nggak mau main-main sama yang namanya Cinta, disaat aku udah terlanjur sayang, disaat aku nggak punya rasa bosan sama dia, semuanya seakan hilang seketika. Memutuskan untuk pergi dan nggak mau tahu lagi. Tahu rasanya? Haha
Jelas, it hurts me so much.
Bahkan rasanya nggak karuan. Campur aduk. Bahkan, nangis dua haripun nggak bisa bikin hati enakan.
Aku tahu, kita udah nggak ada apa-apa lagi, udah nggak ada hak buat aku terhadap kamu. Tapi apa kamu tahu, bagaimana rasanya ditinggal saat lagi sayang-sayangnya?
Itu sakit banget.
Aku harusnya bisa baik-baik aja tanpa kamu.
Dunia ini luas, harusnya aku tahu itu.