Kamis, 15 Mei 2014

Para Pemendam Rasa

Apa yang lebih menyedihkan ketika seorang perempuan menyukai seorang laki-laki, namun dia nggak bisa berbuat apa-apa?
Apa yang lebih menyedihkan ketika seorang perempuan harus memendam perasaan tersebut dalam waktu yang lama?
Apa yang lebih menyedihkan ketika seorang perempuan hanya bisa menatapnya dari kejauhan agar dapat memuaskan mata dan hatinya?
Lucu, indah, namun menyedihkan.
Mereka, para perempuan, sebagian besar dari mereka akan lebih memilih memendam perasaan yang mereka punya terhadap orang yang mereka sukai.
Memendam perasaan sama seperti halnya mencoba untuk menyembunyikan segunung emas yang tidak cukup ditampung dalam satu ruang aja. Nggak mudah karena terlalu banyak emas yang kita punya. Nggak mudah karena di luar sana bisa aja banyak yang tahu kalau kita punya banyak emas dan nggak punya tempat yang khusus buat menyimpan emas itu.
Lucu, lucu karena sepertinya hanya sekedar sebuah perasaan dan hanya tinggal mengungkapkannya saja namun sulit sekali. Hanya sekedar kata-kata 'Aku menyukaimu', namun butuh keberanian dan kesiapan dalam sebuah respon yang akan didapat.
Indah, indah karena perasaan itu membuat hari-hari yang biasa menjadi tak biasa. Ada saja cerita yang menyenangkan setiap harinya karena perasaan yang disimpan itu. Nggak cuma perasaan menyenangkan, namun menyedihkan pun ada. Lebih indah lagi pada saat malam atau siang hari, hanya dengan teringat namanya, ribuan kupu-kupu bisa saja tiba-tiba menyerang dadamu dan membuat ruang yang ada di dadamu merasa sesak olehnya. Kemudian kupu-kupu itu akan meluncur secara cepat melalui pembuluh-pembuluh darahmu, menari mendesir-desir sangat indah turun ke perut sehingga kamu merasa bagai diterbangkan tinggi ke angkasa. Perasaan itu menyenangkan sekali dan jarang terjadi. Pernah merasakannya kan?
Indah lagi ketika semua yang kamu lakukan setiap hari terselip nama, atau wajah, atau bahkan bayangannya yang kemudian membuat waktu tidurmu menjadi berkurang karena terus memikirkannya. Betapa indah perasaan seperti itu.
Menyedihkan, menyedihkan karena hanya kamu seorang yang benar-benar mengerti perasaan macam apa yang kamu punya saat ini. Sebuah pengungkapan? Nggak semudah yang kamu kira. Berbicara memang mudah, namun butuh beribu-ribu ton keberanian untuk melakukannya. Kamu mencari sampai ke ujung dunia, bahkan tempat terpencil yang ada di dunia ini pun, belum pasti kamu akan nemuinnya.
Iri sekali pada mereka yang mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengungkapkan perasaan mereka pada pujaan hatinya. Darimana mereka mendapatkan sebongkah keberanian nan mahal itu?
Mereka hanya bisa menunggu. Menunggu sebuah kepastian, itu yang dilakukan mereka. Iya, kalau yang ditunggu itu jelas dan pasti, kalau enggak? Nggak enak, ya?
Wahai para pemendam perasaan, sesungguhnya memang lebih baik kau ungkapkan perasaanmu daripada kau terlambat dan hanya akan ada penyesalan di belakang. Namun, jika kau rasa kau lebih baik memendamnya karena takut akan sebuah rusaknya apa yang sudah kau bangun selama ini, pendamlah.
Ada kalanya memendam perasaan itu lebih baik daripada mengungkapkan jika itu menjadi sebuah destroyer.