Kapan terakhir kali kamu merasakannya?
Merasakan sesuatu yang seolah ada jutaan kupu-kupu terbang didalam perutmu, dan membuat deru aliran darah mengalir dengan cepatnya keseluruh tubuh, sehingga membuat otakmu nggak bisa berpikir apa-apa selain diam sampai-sampai semua ujung badanmu dari mulai jemari-jemari kaki hingga tangan menjadi membeku.
Jika kamu tahu maksudku, inilah yang sedang kurasakan.
Didalam sana, rasanya beku, semutan nggak jelas.
Didalam sana, akan diam, memikirkan hal apa yang harus kulakukan selanjutnya.
Didalam sana, mati-matian menahan sesuatu yang ingin melonjak keluar.
Itu akan terjadi jika aku melihatnya.
Itu akan terjadi jika dia juga melihatku, dan kemudian tersenyum.
Itu akan terjadi jika dia melambaikan tangan kepadaku.
Itu akan terjadi jika dia kemudian berjalan kearahku dengan senyumannya.
Itu akan terjadi jika dia berdiri disampingku.
Itu akan terjadi jika dia memulai sebuah pembicaraan hangat, dan kemudian kami tertawa bersama.
Dan itu akan mudah terjadi jika ada sebuah pesan singkat darinya.
Sangat mudah terjadi, karena aku juga sudah terbiasa dengannya dalam hal yang sudah kusebutkan tadi.
Awalnya semua terasa biasa, namun, perlahan rasa biasa itu menjadi tidak biasa, tidak biasa untuk yang didalam sana.
Apa yang salah?
Bukan, bukan, maksudnya siapa yang salah kalau sudah menjadi tidak biasa (lagi)?
Aku? Dia? atau yang didalam sana?
Salah mengartikan semuanya?
Itu yang biasa dibilang teman-teman.
Dan pasti mereka hanya bisa menyalahkan aku tanpa mau tahu apa yang sebenarnya aku rasakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar