“So Hyang...! Saranghaeee...! Choaeeee...! Tidakkah kau tahu aku benar-benar mencintaimu, hah?! Kapan kau akan menerimaku? Aku tidak akan menyerah begitu saja, arasso?!!!” teriak seorang pria padaku.
Aku mengalihkan perhatianku dari buku yang kubaca dibangku taman sekolah. Kulihat seorang pria bertubuh tidak terlalu tinggi berdiri di balkon atas gedung sekolahku. Dia melambai kepadaku dengan senyuman khasnya itu. Mana teman-temannku juga berkumpul dibawah meneriakkan namaku dan namanya lagi..
Ah dasar namja pabo...! Ini sudah yang ke 21 kalinya dia menyatakan perasaannya padaku! Bayangkan saja.. betapa malunya aku! Bukannya aku tidak tertarik padanya, dia seorang ketua OSIS disekolahku, dia juga salah satu siswa terpintar disekolahku tapi yang menjadi masalah adalah seorang sahabatku yang menyukainya juga. Dan sampai sekarang sahabatku itu masih marah padaku gara-gara pria itu menyatakan perasaannya padaku. Ah tapi bodo amat! Bukan salahku jika pria itu menyatakan perasaannya padaku!
Tidak hanya aku yang menyukainya, tapi youja-youja lainnya pun juga menyukainya. Akan jadi perang dunia ke tiga jika aku menerima namja itu.
Namaku Kim So Hyang. Salah satu murid dari SMA elite di Incheon. Aku tinggal terpisah dengan kedua orang tuaku. Mereka bercerai, ayahku ada di Seoul karena dia bekerja diperusahaannya disana. Sedangkan ibuku ada di Jepang bersama adikku. Orang tuaku sudah cerai sejak aku berusia enam tahun. Saat pertama mereka bercerai aku memang sangat marah pada mereka, tapi lama-kelamaan, aku menjadi mengerti alasan mereka bercerai. Dan disinilah aku bersekolah, disini aku memiliki banyak teman, terutama Kim Ryeowook. Aku tidak mengerti kenapa jadinya dia menyukaiku? Apa bagusnya aku?
Tapi jujur saja, aku juga menyukainya. Sejak pertama kami bertemu, aku memang sudah menyukainya.
Yang kusukai darinya adalah senyumnya yang hangat, kelakuannya yang selalu baik padaku, dan aku juga senang jika melihat namja itu bermain piano di ruang musik sekolahku.
Orang itu berteriak lagi, “Jongmal saranghaeeeeee, So Hyang..! aku akan terus mengejarmu sampai kau menjadikanku sebagai namja-mu..! Dan aku juga sudah dibuat gila olehmu, kau harus bertanggung jawab, chagii....!” Namanya Kim Ryeowook. Menurut pendapatku dia memang sudah tidak waras! Buktinya saja pertama kali ia menyatakan cinta padaku saat ia berpidato di ruang pertemuan. Membuatku seperti tomat rebus saja! Lihat saja tingkahnya yang gila itu. tapi, aku sangat salut padanya! terkadang aku juga sering senyam-senyum tidak jelas karena tingkahnya itu. Bahkan pernyataan cintanya padaku membuat para youja iri. Banyak juga para namja yang berkomentar ‘Kenapa kau tidak menerimanya saja kalau kau tidak menyukai namja lain?’
Aku ingin mengatakan perasaanku juga padanya. Tapi, aku tidak pernah bisa.
Sepulang sekolah...
“Dooooor...!” teriak seorang pria sambil menepuk kedua bahuku dari belakang. Aku terlonjak kaget, jantungku hampir copot gara-gara itu.
“Astaga...!” teriakku sambil terlonjak.
“Hahahaha... Kaget ya?”
“Aish..! Ryeowook ssi..! Apa apaan kau ini hah?!”
“Menyenangkan membuat orang lain kaget.. Eh pulang bareng yuk?”
“Anio...!”
“Kau ini kenapa sih? Kau selalu bersikap dingin padaku? Apa aku pernah membuat salah padamu?”
“Eh?” aku menghentikan langkah dan menoleh kearahnya.
“Jawablah..!”
“Memangnya perlu ya?!” bentakku padanya. Dia memandang kearahku.
“Sangat perlu, karena jawabanmu itu yang akan menentukan segalanya bagiku!”
“Sampai kapan kau akan terus begini, bodoh?!”
“Sampai kau mau menerima ku sebagai namjamu..! Aja-aja fighting!”
“Loh?”
“Kenapa? Wah mukamu memerah!”
“Apa maksudmu hah?!”
“Ya, Sebenarnya kau menyukaiku kan?” dia menunjukkan telunjuknya kearahku dan tersenyum nakal.
“Mwo...? Suka padamu..?! Yang benar saja..! Sudahlah..!” aku buru-buru mempercepat langkahku, kata-katanya sudah berhasil membuat mukaku seperti sambal tomat! Dia tertawa menang dan mengejarku.
“Selamat pagiii, chagi....!” ucap Ryeowook yang sudah duduk disampingku.
“Aku duduk disampingmu ya?” ucapnya lagi.
“Ah, terserahmu saja..!” aku mengambil tasku dan mengeluarkan buku-buku pelajaran.
Kulirik Hye-Na yang sedang menatapku tajam, kemudian kualihkan lagi pandanganku ke buku Fisika yang ada diatas mejaku. Ah pelajaran yang paling tidak kufahami.
Song saenim memberikan kami dua puluh buah soal dan semuanya hitungan..! Astaga, bisa pecah kepalaku jika harus berhadapan dengan soal-soal ini. Kuperhatikan Ryeowook sedang asyik mengerjakan soal-soalnya. Ah jelas saja ini kan pelajaran yang paling dia suka, dia juga orang cerdas, pasti dapat mengerjakan soal ini dengan mudah.
Sudah sepuluh menit dan masih sisa dua puluh menit lagi untuk menyelesaikan soalku. Baru satu nomor yang dapat kukerjakan. Aku lupa rumusnya..!
“Hey ini kan soal anak SMP? Masa kau tidak tahu?!” ucap Ryeowook tiba-tiba yang membuatku tersentak kaget.
“Memangnya kenapa, hah?!”
“Aissh.. dicari percepatannya dulu.. baru bagi..” katanya sambil menjelaskan.
“Aish percuma kau jelaskan padaku. Aku benar-benar tidak bisa memahami fisika!” celetukku sambil mengetuk-ngetuk pulpen dimeja.
“Dasar youja pabo..! kemari, akan kuajarkan kau menyukai fisika!”. Tubuhku ditarik sehingga jarak antara kami sangat dekat. Ah kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini ya? Please, kembalilah seperti semula.. Jangan buat aku canggung didepannya.
Ia dengan cepat mengajariku, berkali-kali aku mengeluh tapi dia tetap bersih keras mengajarkan cara menghitung cepat rambat bunyi dan mengukur kedalaman laut. Ah aku ini memang bodoh dalam pelajaran ini. Selalu mendapat nilai tujuh puluh lima!
Dan dalam dua puluh menit, soalku sudah bisa kujawab meskipun dengan bantuan Ryeowook.
“Gamsahamnida, Ryeowook-ah..!” aku menundukkan kepala dan tersenyum padanya.
“Ah chonmaneyo..! apa sih yang tidak untuk orang yang kusayang?”
“Aish, bodo...!”
Hari itu Ryeowook memaksaku untuk memberikanku pelajaran Fisika sepulang sekolah. Ah sebenarnya aku sudah sangat lelah. Tapi apa boleh buat, besok ulangan fisika dan tidak ada cara lain selain belajar dengannya..! beruntungnya memiliki teman seperti Ryeowook-ssi..
Sudah dua jam kami belajar dan akupun bisa memahami apa yang diajarkan oleh Ryeowook karena caranya mengajari lebih halus dan tidak membosankan. Kami belajar di apartemen ku.
Setelah belajar, Ryeowook membuatkanku makan malam. Dan rasa masakannya benar-benar nikmat! Enak sekali..!
“Hei kenapa kau tidak jadi koki saja?” tanyaku kemudian memasukkan sesuap sendok kemulut.
Ryeowook menatapku heran, “Memangnya kenapa? Kau ingin aku menjadi koki? Nanti saja saat kita menikah..!”. Aku terkejut mendengar perkataannya dan itu membuatku tersedak.
“Uhukk.. uhukk..” Ryeowook segera mengambilkan segelas air putih untukku, aku langsung meneguknya dengan hati yang berdebar-debar.
“Pelan-pelan, jangan kaget seperti itu..! Kau ini lucu sekali..” ucapnya sambil tertawa geli. Aku memanyunkan bibirku kemudian meneguk air putih itu lagi.
“Memangnya aku akan menikah denganmu, hah?!”
“Pasti..! Lihat saja nanti..!”
Satu minggu kemudian..
Berhasil..! Nilai fisika ku delapan puluh lima! Baru pertama kalinya aku mendapatkan nilai yang sangat baik. Aku berlari mencari Kim Ryeowook. Sudah dua hari ini dia tidak terlihat, kemana makhluk aneh itu? hari ini pasti dia sudah berangkat, mana mungkin ijin tiga hari? Dia paling tidak senang membolos sekolah ataupun ijin, aku tahu itu!
“Hei kau lihat Ryeowook-ssi?” tanyaku pada Sungmin teman dekatnya.
“Ah Ryeowook? Ehm.. A-aku tidak tahu..” aku menatapnya dengan tajam.
“Katakan sejujurnya! Cepat..!” desakku padanya.
“Benar aku tidak tahu...”
“Sungmin-ah..! Jebal..!”
“Aish kau ini, baiklah.. seharusnya aku tidak boleh memberitahukannya padamu, tapi memang seharusnya kau tau karena kau juga menyukainya kan?”
“Mwoo???? Diam kau! Kau ini tidak tahu apa-apa tentang diriku, cepat katakan saja!”
“Dia pindah ke Seoul, Ayahnya menyekolahkannya di sekolah musik. Dan dia baru berangkat tiga hari yang lalu...”
Petir seolah baru saja menyambarku,dan perasaanku benar-benar kacau. Pindah? Anio, pasti ini tidak benar! Aku menggelengkan kepala dan menatap Sungmin dengan perasaan kesal.
“Kenapa kau tidak memberitahuku bodoh..!” aku mendesah padanya dan duduk ditempat dudukku. Dia masih berdiri disampingku dan menatapku dengan rasa bersalahnya.
“Mian ne, ah ini ada surat untukmu dari Ryeowook-ssi..” katanya sambil meletakkan sebuah surat berwarna kuning diatas meja tulisku. Aku hanya memandangnya kosong kemudian mengalihkan pandanganku ke papan tulis dengan muka muram.
“Aku tinggal dulu ya..! Dan Ryeowook berpesan padaku supaya kau membacanya. Dan dia berkata dia akan kembali padamu suatu saat nanti..!” Sungmin melangkahkan kaki keluar dari kelas. Aku menatap surat itu sambil mengusap pelupuk mataku yang sudah dibasahi oleh air mata. Dasar Kim Ryeowook bodoh! Kenapa tidak berkata jujur saja padaku, hah?!
Dear Kim So Hyang..
Aku tahu kau akan menanyakan keberadaanku pada Lee Sungmin,
Aku tahu kau akan merasa kesal padaku saat kau mengetahui yang sebenarnya,
Aku tahu kau pasti akan berkata “Dasar Ryeowook bodoh, kenapa tidak jujur saja padaku” benar bukan?
Aku tahu kau pasti akan mengeluarkan air matamu walau hanya setetes karena kehilanganku, Hahaha aku tahu itu So Hyang! Jadi jangan heran ya!
Aku tahu juga sebenarnya perasaanmu padaku, *ah sok tahu aku ini.. sudah lah ke-sok tahuanku ini!
Maafkan aku jika aku pergi ke Seoul tidak memberitahumu dulu, tapi asal kau tahu ini bukan karena apa-apa. Ayahku memindahkanku ke sekolah musik di Seoul, kau tahu kan aku sangat senang dengan musik? Jadi aku tidak bisa menolaknya, mungkin kau akan berfikiran aku tega sekali padamu. *Akhirnya kau merasa kehilanganku juga ^^
Tapi, aku janji aku akan menemuimu nanti jika aku sudah sukses dan menjadi seorang pianis atau penyanyi mungkin yang terkenal.
Aku akan menemuimu setelah aku menjadi laki-laki yang hebat, laki-laki yang akan selalu menyayangimu sepenuh hati.
Dan maafkan atas tingkah gilaku yang selama ini selalu membuatmu seperti tomat rebus! Hehehe, kulakukan itu karena aku menyayangimu.
Terima kasih sudah mau menjadi temanku, teman yang mengisi hatiku walau itu belum resmi *ceilla....
Hahaha sudah ya, aku sangat pegal menulisnya. Sering-sering merindukanku ya..! dan aku yakin nilai ulangan fisika mu pasti baik-baik saja!
Annyeong.. Gamsahamnida, Choae na Saranghaeyo yongwonhi...
Namjamu (hahaha ngaco..!)
Kim Ryeowook.
Aku melipat kembali kertas itu dan menggerutu kesal .
“Ah dasar Kim Ryeowook bodoh..! Kenapa kau melakukan hal itu? Agggh... Aku benci kau..!” seruku sambil menggebrak meja. Suasana kelas itu sedang sepi karena sedang bell istirahat, jadi kugunakan untuk melampiaskan amarahku. Ah, bodohnya aku kenapa tidak cepat-cepat memberitahunya.. Sekarang sudah terlambat.. Bodoh..bodoh..bodoh....
Flash back Kim Ryeowook.
“Sungmin-ah.. Titip ini buat So hyang ya, dan ingat jangan beritahu dia dulu soal ini..” ucapku pada Sungmin.
“Ah kau tega padaku, bagaimana kalau nanti dia mengamuk. Kau kan tahu dia kalau sudah marah akan bagaimana. Mendiamkanku...!” Sungmin melipat kedua tangannya didepan dada dan mengalihkan pandangannya dariku.
“Aish, ayolah...! Kau ini kan teman baikku, masa’ tidak mau membantuku?”
“Anio...”
“Hm.. begini saja, jika nanti ada audisi atau lomba apa tentang musik di Seoul, aku akan memberitahumu sebagai imbalannya. Bagaimana?”
“Hm... Baiklah kalau itu imbalannya! Hehehe..”
“Ah kau ini selalu begitu... Ya sudah, bilangkan juga padanya aku akan kembali untuknya suatu saat nanti. Salam sayangku padanya ya!”
“Siap bos!”
“Dan jaga dirimu baik-baik..! jangan banyak bermain gitar, tanganmu bisa memerah!”
“Ne, gomawo!”
“Aku pergi dulu ya..!”
Aku masuk ke mobil dengan satu supir yang akan membawaku ke Seoul, tempat tinggal baruku.
So Hyang, aku akan menemuimu nanti sebagai seorang yang lebih dari Kim Ryeowook.. Saranghae..
To Be Continued..
daebak ff.a :)
BalasHapushahahah .. gomawo, mian ya kalo jelek
BalasHapuslanjutannya doong
BalasHapushahaha :D
BalasHapusdaebaaak deh saeng :D
hwaiting !!!
Gomawo semuanya :)
BalasHapusDewanti eonni : Ya, ,masii dibuat tapi bingung endingnya -,-
Milla eonni : Ne :) gomawo eonn! fighting for you too, i like your FF