Sabtu, 05 Maret 2011

All Memories Between Us

 ALL MEMORIES BETWEEN US




Cast : -Super Junior Member
          -Kim Ryeowook




Kulihat kalender yang menunjukkan tanggal 23 Agustus 2010. Ah besok Yesung hyung ulang tahun. Dan besok tepat setahun dimana gadisku itu meninggalkanku. Aku tersenyum memandangi fotonya yang kujadikan wallpaper ponselku. Kadang rasa rindu padanya benar-benar membuatku sakit. Tapi apa boleh buat? Takdir sudah memisahkan kita.
Kami satu grup super junior berencana akan membuat kejutan untuk Yesung hyung pada saat hari ulang tahunnya besok. Malam ini, aku, Siwon hyung , Euhyuk hyung, Donghae hyung dan Eteuk hyung pergi kesalah satu toko sourvenir langganan kami disebuah pusat perbelanjaan di Seoul. Saat aku berkeliling di toko itu, kulihat sebuah bola krystal yang didalamnya ada bangku kecil panjang disebelah pohon. Bedanya dengan punyaku, kalau ini isinya bunga-bunga musim semi. Kalau punyaku krystal-krystal salju, yang diberikan Shin-Ra pada saat aku ulangtahun. Aku teringat lagi akan dirinya, saat aku dan dia membelikan hadiah untuk Yesung hyung ditempat yang sama. Disini juga, hari ini disatu tahun yang lalu kami masih bercanda memilih kado apa yang diberikan untuk Yesung hyung. Andaikan saja dia masih ada disini..
“Heiii! Jangan melamun..!” tiba-tiba suara Eteuk hyung mengagetkanku. Aku menoleh kearahnya dan tersenyum.
“Iya hyung..”
“Kau pasti teringat olehnya ya?” tanya hyung lagi.
Aku mengangguk lalu menundukkan kepala. Eteuk hyung membelaiku dengan lembut, dia adalah orang dan leader yang sangat baik. Juga leader yang sangat peduli pada para dongsaengnya.
“Sabar ya, jangan terus terlarut dalam kesedihan..! Tidak baik lho..” dia tersenyum padaku. Aku mengangguk dan mulai mencari-cari lagi barang yang akan kubeli untuk hadiah Yesung hyung. Aaaa.! Bagaimana kalau yang kemarin kupesan, kujadikan hadiah saja ya?
“Hyung! Aku duluan ya!” kataku pada para hyungku.
“Mau kemana? Bagaimana dengan hadiahnya?” tanya Donghae dengan wajah bingung.
“Ini baru mau kuambil!”
“Hey aku ikut kau saja!” kata Siwon hyung sambil merangkulku.
“Oh terserah kau saja!”
“Hati-hati ya!” kata Eteuk hyung pada kami. Kami mengangguk lalu pergi.
==
Ah sepi sekali dorm..! pada kemana ya? Kulihat Kyuhyun sedang sibuk dengan laptopnya, Shindong sedang sibuk menonton TV. Kemana Wookie, Eunhyuk, Donghae, dan lainnya? Biasanya mereka berkumpul disini?
“Hei Kyu! Dimana yang lain?” tanyaku pada Kyuhyun.
“Aku tidak tahu. Tanya Shindong saja!” ucapnya ketus.
“Yak kau ini! Sopan sedikit dong! Dia lebih tua darimu, dasar kyu Pabo!” seruku padanya.
“Aiiiiish! Shokurooo!” teriaknya sambil terus fokus pada Starcrafftnya.
Kuhampiri Shindong yang sedang serius menonton Film Jumanji, “Shindong-ah, kau tahu dimana yang lainya?”
“Siapa saja maksudmu? Termasuk ddangkoma?”
“Aiiish! Bukan! Eteuk hyung, Wookie, Donghae, dan yang lainnya?”
“Oh mereka sepertinya sedang keluar entah kemana! Sudah sana pergi! Jangan ganggu aku!” katanya ketus.
“Yak Shindong-ya! Kau mengusirku?” tanyaku dengan nada tinggi.
“Ya! Sudah sana! Jangan ganggu aku! Kenapa kau tidak pergi saja bersama Yoon-a, hah?!”
“Aiiiisssh! Jangan bawa-bawa namanya!” kataku lalu beranjak kedapur dan meneguk segelas air putih.

Kukirimkan pesan pada Wookie.
To : Enternal Maknae Wookie
Yak Wookie! Ada dimana kau? Kenapa dorm sepi sekali, hah?!
Kuletakkan ponselku diatas meja makan lalu menunggu balasan dari Wookie. Ah ponselku bergetar. Dia membalasnya!
From : Enternal Maknae Wookie
Kesepian hyung? Oh kasihan.. Dimana saja boleh, kenapa kau tidak mengajak ddangkoma mengobrol?
To : Enternal Maknae Wookie
Dasar pabo! Mana mungkin, dia tidak bisa berbicara!
From : Enternal Maknae Wookie
Hahaha! Lalu untuk apa kau membelinya?~~
To : Enternal Maknae Wookie
Untuk kubuat sup ddangkoma! Dimana kau?
From : Enternal Maknae Wookie
Urusan memasak, serahkan padaku! ^^ Di suatu tempat yang tidak boleh orang tahu.
To : Enternal Maknae Wookie
Aaaaiiiish!





Kubuka tirai jendela dan kutatap pemandangan kota Seoul pada malam hari. Ah benar-benar indah. Tiba-tiba saja aku teringat oleh Shin-Ra yang dulu juga pernah memandang pemandangan malam kota Seoul dari sini.
Flashback
Kulihat Shin-Ra yang sedang sibuk memandang keluar jendela. Aku berdiri disampingnya dan ikut memandang keluar jendela.
“Hey! Apa yang kau lihat?” tanyaku padanya. Dia menggerutu dalam bahasa asing lalu menjawab pertanyaanku.
“Pemandangan lah Oppa! Masa’ pasar!” katanya datar.
“Pemandangan? Apa yang dijadikan pemandangan?” tanyaku masih dalam keadaan bingung. Sepertinya biasa-biasa saja diluar sana.
Shin-Ra memukul kecil bahuku lalu mendesah. “Bodoh! Ya pemandangan malam kota Seoul! Kau ini bisa lihat tidak, hah?!” katanya gemas. Kucubit pipinya yang chubby itu. Dia meraung kesakitan.
“Sakiiit Oppa!!!” serunya sambil memegang kedua pipinya kemudian memanyunkan bibirnya.
“Biasa saja pemandangannya!” komentarku.
“Kau sih, tidak punya nilai seni yang tinggi! Kau bisa lihat itu, lampu-lampu yang seperti bintang jika dilihat dari jauh. Bagiku ini adalah pemandangan terindah dikota Seoul! Sangaaat indah!” katanya tersenyum memandang keluar. Kupandangi gemerlapnya keramaian dimalam hari kota Seoul. Kalau dipikir-pikir benar juga kata Shin-Ra. Indah.. tiba-tiba saja seulas senyum terlintas dibibirku.
“Iya juga ya? Hah, kenapa aku baru menyadarinya ya?” tanyaku seolah menjadi orang paling bodoh sedunia.
“Hahahah baru sadar Oppa? Makanya, jangan ngobrol terus sama ddangkoma!”
“Jangan bawa-bawa nama ddangkoma!”
“Memangnya kenapa? Lagian dia tidak disini..!”
“Aiiish, shokurooo!!”
“Hey Oppa, ada bintang jatuh!!” seru Shin-Ra tiba-tiba sambil menunjuk kearah langit. Aku mengikuti arah yang ditunjuk Shin-Ra. Ya benar, bintang jatuh!
“Ayo buat permohonan..!” katanya lalu memejamkan mata.
“Hah? Apa maksudmu?”
“Bodoh! Sudah, buat permohonan saja! Cepat, sebelum terlambat!” dia masih memejamkan matanya dan meletakkan telapak tangannya di dadanya.
Kuikuti saja gerakannya, kuletakkan telapak tangan didadaku lalu kupejamkan mata.
Tuhan, semoga aku akan selalu bisa melihat indahnya langit malam bersama adikku ini.. Jaga dia selalu dimanapun ia berada.. Semoga, ddangkoma juga cepat punya anak, aku dapat jodoh, aku bahagia, super junior bisa kembali lagi seperti dulu, semuanya akan baik-baik saja.. Amiin..

Kubuka mataku perlahan, Shin-Ra belum selesai memohon? Lama sekali?
Sesaat kemudian Shin-ra menatapku dengan wajah ceria.
“Apa yang kau minta Oppa?” tanyanya.
“Hah? Rahasia dong!”
“A~aaah..! ayolah, katakan padaku!” pintanya dengan manja.
“Tapi kau juga harus janji, kau akan memberitahukan apa yang kau pinta!”
“Oke! Cepat katakan!”
“Kau dulu!”
“Oh baiklah” dia diam sebentar lalu melanjutkan bicaranya.
“Aku berharap semoga Tuhan selalu menjaga Yeppa yang sudah sering membantuku disini, berharap semoga Tuhan membalas kebaikan Yeppa padaku. Dan berharap semoga semua orang yang aku sayang selalu bahagia dalam hidupnya..” katanya polos.
Kutatap matanya yang coklat itu, bisa kulihat ada ketulusan dimata gadis itu. Kuacak rambutnya lalu dia tersenyum.
“Gomawo chagi!!!” kataku padanya.
Dia mengangguk, “Sekarang katakan padaku, apa yang Oppa mohon pada Tuhan?”
Aku diam sebentar, lalu menghela napas panjang. “Aku berharap semoga aku selalu bisa melihat indahnya pemandangan malam ini bersamamu, Dan Tuhan juga selalu menjagamu.” Ucapku lirih.
Dia memandangku terdiam, kemudian tersenyum lebar. “Gomawo Oppa!” tiba-tiba saja dia menghambur kepelukanku. Ah kebiasaannya..
Flashback ending..
Tiba-tiba saja pipiku sudah dibasahi oleh air mataku. Oh tuhan, aku rindu padanya.. sedang apa kau sekarang Shin-Ra? Kulihat ada bintang jatuh dilangit. Astaga! Permohonanan! Buat permohonan!
Aku langsung menghapus air mataku lalu meletakkan telapak tangan didada dan memejamkan mata.
Oh Tuhan, malam ini adalah malam yang terindah untukku karena aku bisa mengingat saat indah bersama saudaraku itu. Jagalah dia disana Tuhan.. Aku merindukannya, aku harap dia mengetahuinya.. Pertemukan aku dengannya walau hanya dalam mimpi Tuhan.. Satukan kami para anggota Super Junior seperti semula, Tuhan.. Amiin

==
Ryeowook POV
Aku keluar dari mobilku dan memandang kearah langit. Langit malam ini sangat bersih dari awan hitam. Hei bintang jatuh!
Kuletakkan kedua telapak tanganku didepan dada dan kupejamkan mataku.
Bintang jatuh yang kelima setelah dia meninggalkanku.. Semoga, kau bahagia disana.. Tuhan, sampaikan padanya kalau aku sangat merindukannya.. Benar-benar merindukannya.. Aku menyayanginya.. Semoga Yesung hyung mendapatkan umur panjang diulang tahunnya besok pagi! Kami semua berharap yang terbaik.. amiiin..

“Heii apa yang kau lakukan?” sebuah suara telah berhasil membuatku terlonjak kaget.
“Aaaiiiish hyung! Kau ini mengagetkanku saja!” kataku pada Yesung hyung.
“Kau juga ikut dengan Shin-Ra?” tanyanya bingung.
“Ikut bagaimana?”
“Membuat permohonan?”
“Ah ya, Shin-Ra selalu memberitahuku membuat permohonan..” kataku lalu tersenyum.
“Hmm.. dia juga bilang begitu padaku.. kenapa kita sama ya?”
“Entahlah.. Astaga aku lupa!” kataku sambil menepuk keningku. Aiiish aku buru-buru lari masuk keapartemen tanpa mempedulikan Yesung hyung yang memanggil namaku.
Saat Yesung hyung masuk kekamar, aku langsung beranjak.
“Eh mau kemana?” tanya Yesung hyung padaku.
“Aku tidak mau tidur sekamar denganmu..!” jawabku ketus lalu mengambil bantal dan selimutku.
“Memangnya kenapa?”
“Bosan! Kau yang keluar atau aku yang keluar hah?!”
“Kau ini apa-apaan sih?”
“Baiklah, aku yang keluar!”
Dengan segera aku keluar dari kamar itu, huaaah! Ingin rasanya tetap berada dikamar itu, tapi kalau bukan untuk kejutan Yesung hyung aku tidak akan mau pindah-pindah seperti ini. Kasihan juga Yesung hyung..
Kulihat Kyuhyun sedang asyik main game dan Shindong hyung yang masih betah dengan siaran televisi.
“Kyu! Aku pakai ya tempat tidurmu..!”
“Andwae..! jangan masuk ke kamarku..” serunya tanpa menatapku. Dasar dongsaeng menyebalkan! Sama hyungnya jahat sekali! EVIL KYU!
“Shindong hyung! Boleh kah aku..” belum selesai aku berbicara, Shindong hyung langsung menyela.
“Andwaeee..!”
Oh baiklah, rupanya aku harus ke lantai sepuluh. Aku keluar dari kamar dan turun kelantai sebelas.
“Annyeong hasehyo..!” seruku di depan interkom.
“Siapa?!” jawab seseorang dari dalam.
“Wookie...!” jawabku lemas, mataku sudah tidak bisa ditahan, ingin rasanya langsung tidur. Tiba-tiba saja ada yang membukakan pintu dan kutahu itu Eteuk hyung.
“Hyung, aku mau tidur..” ucapku lemas.
“Loh? Kenapa tidak dikamarmu saja?”
“Jebal hyung! Nanti kujelaskan..! Yang penting aku butuh tempat tid-----“ hampir saja aku jatuh kalau hyung tidak menahanku.
Jung Soo POV
Kulihat Wookie berdiri di depan pintu dengan sebuah selimut dan bantal ditangannya. Mukanya terlihat sangat lelah sekali.
“Hyung aku mau tidur..” ucapnya dengan lemas.
“Loh? Kenapa tidak dikamarmu saja?” tanyaku bingung.
“Jebal hyung! Nanti kujelaskan..! Yang penting aku butuh tempat tid---“ tiba-tiba saja dia ambruk, tapi untungnya aku langsung menahannya. Ada apa ini?
“Oh baiklah. Ayo masuk..”
“Aku lelah hyung..!” ucapnya merintih. Kupapah jalannya sampai dikamarku dan dia langsung ambruk di tempat tidur tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku.
“Enak sekali kau..!”  ucapku berkacak pinggang.
“Loh? Kenapa Wookie ada disini hyung?” tanya Heechul yang sudah berdiri disampingku.
“Sejak kapan kau disini?” tanyaku yang sangat terkejut.
“Sejak beberapa tahun yang lalu hyung!” jawabnya ketus.
“Oh begitu.. Entahlah, mungkin dia masih menjalankan rencananya juga menjauhi Yesung..”
“Ah ya! ini sudah jam dua belas lebih seperempat hyung! Yesung sudah ulang tahun! Ya ampuun..” serunya padaku.
“Ya benar. Besok pagi mari kita ke gereja..”
Yesung POV
“Oppa..! aku rindu padamu..!” seru seorang gadis padaku. Aku menoleh kearah sumber suaranya. Kulihat seorang gadis berbaju putih dengan membawa payung dan seikar bunga yang berisikan bunga sakura berdiri didekat kolam ikan taman kota. Dia tersenyum manis padaku. Kim Shin-Ra?
Aku berlari kearahnya dengan senyuman lebar.
“Shin-Ra..! kau ada disini?” tanyaku padanya. Sudah lama aku tidak melihatnya, melihat senyuman itu, melihat keceriaannya.
Dia mengangguk tersenyum, “Jelas saja aku disini. Kau sudah lupa ya? tahun lalu saja aku disini bersamamu?”
“Ah ya benar..! Oh chagiya..! aku merindukanmu..!” aku langsung memeluk Shin-Ra dengan erat. Dia melepaskan payungnya dan membalas pelukanku.
“Aku juga merindukan Yeppa..! kau tidak pernah menemuiku ya?”
“Aku hanya belum sempat chagiya.. Mian ne..! Tapi bukannya kau sudah—“
“Ya, aku kesini karena aku merindukanmu Oppa..!”
Dia melepaskan pelukanku dan memandangku. Aku rindu tatapan ini, Oh Tuhan.. apa ini hanya sekedar mimpiku saja? Tolong jangan bangunkan aku jika ini memang sekedar mimpi..
“Sangeil cukha hamnida Kim Jung Woon!” serunya kemudian. Aku memandangnya terkejut.
“Mwo? Memangnya aku ulang tahun?” tanyaku sembari menggaruk kepala belakang.
“Dasar pelupa! Kau lupa kalau ini tanggal dua puluh empat, hah?! Semoga kau senang didunia dan kau bisa mendapatkan apa yang kau impikan..” katanya lalu tersenyum. Tiba-tiba saja setetes air mata sudah jatuh diatas tanah.
“Gomawo chagiya..!”
“Ne, cheonmaneyo Oppa..! jaga dirimu baik-baik ya..! aku menyayangimu..!” sekali lagi dia menghambur kepelukanku dengan erat. Aku tak kuasa menahan tangisku. Dan sesaat kemudian aku terisak dibahunya.
“Jangan menangis Oppa..”
“Dan jangan pergi Shin-Ra.. tetaplah disini, aku sangat membutuhkanmu..!” kataku sambil terus memeluknya.
Dia melepaskan pelukannya dan menatapku. Kupegang kedua sisi kepalanya sehingga kami saling menatap.
“Oppa, salam ya buat Ryeowook-ssi..! Aku..” dia menghentikan kata-katany lalu terisak.
“Aku benar-benar merindukannya Oppa.. Sangat rindu padanya.. Ingin aku memeluknya hanya sekali..” ucapnya dengan nada pelan.
“Ne, akan kusampaikan padanya.”
“Baiklah. Gamsahamnida Oppa, ah.. temanku sudah menjemputku, aku harus segera pergi..” dia mengambil payungnya dan membalikkan badan.
“Kim Shin Ra..! jangan pergi.. kumohon..!” seruku padanya. Dia menoleh kearahku dan melambaikan tangan.
“Kim Shin Raaaa....! Kumohooon..!” seruku lagi. dia terus berjalan dan kemudian menghilang. Aku hanya menangis diatas tanah dengan penuh penyesalan.
“Kim Shin Raaa..!” teriakku saat aku terbangun dari tidurku. Astaga..! jadi itu hanya sebuah mimpi? Oh Tuhan.. kenapa kau harus mengakhiri mimpiku..?! aku merindukannya! Kutatap sekitarku, masih didalam kamar. Dan kulihat ada sebuah bunga sakura diatas selimutku. Eh? Kenapa ada bunga sakura disini? Astaga! Apa jangan-jangan tadi Shin-Ra memang benar-benar kemari? Ya Tuhan..
Aku beranjak dari tempat tidur dan meletakkan bunga sakura itu disebuah kotak berwarna putih. Kenapa dorm sepi sekali? Kemana yang lain? Hah! Itu Sungmin!
“Selamat pagi Sungmin-ssi..!” kusapa Sungmin yang sedang bersiap-siap akan lari pagi. Dia mendiamkanku lalu bergegas keluar dorm. Eh? Kenapa itu orang? Apa dia marah padaku?
Kulihat Kyuhyun sedang bermain game sudden attacknya dilaptop. Apa sudah dari tadi malam ya?
“Kyuhyun-ssi..! kau tidak tidur semalaman?” tanyaku.
“Bisakah kau tidak menggangguku! Diamlah!” serunya dengan anda tinggi. Alisku terangkat bingung. Ah mungkin aku memang mengganggunya.
Kulihat Eunhyuk sedang membersihkan kamarnya. Padahal sudah rapi, tapi kenapa dibersihkan lagi?
“Eunhyuk-ssi.. kau sudah makan?” tanyaku dari ambang pintu kamarnya.
“Apa kau lihat-lihat?! Minggir sana! Pergilah!” serunya dengan sinis.
“Hei aku tanya baik-baik padamu! Kenapa kau begitu, hah?!” jawabku tak kalah sinisnya.
“Ya sudah minggir saja sana..! pengganggu!”
Aiiish! Ada apa sih ini?! Aku benar-benar seperti orang yang tidak tahu apa-apa! Aku masuk kekamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi kulihat apartemen benar-benar sepi tanpa penghuni.
“Aiiish, kemana orang-orang?” tanyaku dengan kesal. Dengan cepat aku sudah mengganti pakaianku dengan kemeja hitam dan celan jins hitam. Kuambil kunci mobilku dan melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi dijalan raya.
Sesaat kemudian aku sudah berada disebuah pemakaman. Aku berdoa diatas makam ayahku dan kuletakkan seikat bunga diatasnya. Kemudian langkahku terhentikan disebuah makam yang bertuliskan Kim Shin Ra.
Aku memberi salam kepada makam itu dan meletakkan satu ikat bunga mawar putih diatasnya dan berdoa untuknya.
“Selamat pagi chagiya..! bagaimana kabarmu hari ini?” tanyaku sambil memandnagi foto Shin Ra yang masih terpapar didepan batu nisannya.
“Terima kasih atas kedatanganmu tadi malam.. Gomawo, chagi..” sambungku lagi. aku benar-benar berharap gadis ini muncul didepanku.
Aku menunduk didepan makamnya, “Kau adalah salah satu orang yang sangat mengerti aku. Kau adalah satu-satunya gadis yang sangat mau berteman denganku.. Tapi kenapa aku harus kehilanganmu, Shin-Ra?.. tidakkah kau tahu, aku sangat kesepian disini.. “ tiba-tiba saja pipiku sudah dibasahi oleh air mataku.
“Terimakasih atas ucapanmu padaku, sayang.. Semoga kau tenang disana.. Aku merindukanmu, Saranghae..” ucapku kemudian beranjak dan meninggalkan makam itu.
Ryeowook POV
Hari ini bebas dari jadwal, ingin sekali aku melanjutkan tidur kalau Eteuk hyung tidak segera membangunkanku.
“Kau mau menunda rencana kita, hah?!” tanya Eteuk hyung.
“Ahhhh.. aku lelah sekali hyung..” rengekku sambil menutupi tubuhku dengan selimut.
“Banguuun! Ayoo banguuun! Kita buat surprise untuk Yesung..” seru Eteuk hyung lagi. Oh iya! Hari ini kan dia ulang tahun? Astaga! Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan menyambar handuk langsung kekamar mandi.
Saat kubuka pintu apartemen lantai dua belas, aku hanya terpaku saat Yesung hyung sudah berdiri didepan pintu dengan tatapan tajam. O’ooow..! apa yang harus kulakukan sekarang? Menutup pintu atau apa? Oh ayyolah, jangan biarkan aku seperti orang bodoh!
Aku langsung membalikkan badan dan berjalan menuju Eteuk hyung dan yang lainnya berkumpul.
“Hyung..!” kataku pada Eteuk hyung. Dia menoleh terkejut saat melihat Yesung hyung ada dibelakangku.
Eteuk hyung dan yang lainnya seketika itu langsung diam dan mencari kesibukanya masing-masing. Aku berdiri mematung, tapi kemudian berjalan menuju dapur. Kulirik Yesung hyung yang duduk disamping Eteuk. Bisa kulihat ada kecanggungan diwajah Eteuk hyung sehingga membuatku tertawa dalam hati.
“Eh hyung.. kita tidak akan jalan-jalan?” tanya Yesung hyung pada Eteuk hyung. Eteuk hyung hanya menggeleng.
“Oh ya, Heechul hyung.. mau temani aku keluar sebentar?” tanya Yesung hyung pada Heechul hyung yang sibuk menonton aksi permainan Kyuhyun di PMPnya.
“Pergi saja sendiri!” jawab Heechul hyung dengan ketus. Ya Tuhan, kasihan sekali Yesung hyung didiamkan seperti ini.. aku mau kok hyung kau ajak pergi..!
“Bagaimana denganmu, Sungmin?”
“Aku lelah.”jawabnya singkat.
“Oh tuhan..! kalian ini kenapa si? Seakan mendiamkanku seperti ini dan tidak menganggapku ada! Kalian marah padaku?” Yesung hyung beranjak dan memandang satu persatu member Suju. yang lain hanya bisa diam tidak ada satupun dari mereka yang memandang kearah Yesung hyung.
“Oh beginikah jadinya? Ok fine! Aku akan pergi dari sini..!” serunya lalu berlari keluar apartement. Aku langsung menyusulnya dan mengintipnya dari balik pintu. Kulihat dia berjalan sangat cepat sambil menggerutu tidak jelas. Oh hyung, maafkan aku ya.. Aku lakukan ini karena aku menyayangimu..
“Sudahlah biarkan dia pergi. Aku tahu kok, dia akan kemana! Ayo kita ikuti dia.. Oh ya, jangan lupa bawa kue buatanmu, Wookie” kata Eteuk hyung kemudian.
“Ne, hyung!” kataku lalu berlari ke lemari pendingin mengambil kue tart yang berbentuk kura-kura dan kumasukkan kedalam kotak yang cukup besar.
“Siap semuanya?”tanya Eteuk hyung pada semua member terkecuali Yesung hyung. Kami menagngguk lalu tos.
“Demi rencana kita pada Kim Jung Woon. Super Juni-OR! Fighting..!” seru kami dengan senyuman lebar.
Yesung POV
Ah shit! Apa-apaan mereka seperti itu, hah?! Desahku didalam mobil. Kulajukan mobilku ke sebuah gedung, yang tak lain gedung siaran Super Junior, Kiss The Radio

“Hei Yesung! Hari ini kau tidak ada jadwal kan?”tanya Kara, salah satu resepsionis disini. Aku mengangguk dan menopangkan dagu dimejanya.
“Teman-teman bersikap aneh padaku. Aku bosan di apartemen, jadi aku kemari saja..” jawabku dengan lemas.
“Aaaa.. sabar ya, kau tidak menemui Im Yoon-A saja?”
“Anio.. Aku menumpang disini ya..”
“Umm.. silahkan saja..”
Kulihat Eteuk hyung dan member lain masuk kegedung ini. Loh? Bukannya tadi di apartement? Kenapa sekarang ada disini? Dan kenapa wajah mereka sepertinya marah seperti itu ya?
Mereka berjalan kearahku. Aku masih tetap duduk ditempatku semula.
“Hei Kim Jung Woon..! apa-apa’an kau hah?! Merusak PMP ku..!” seru Kyuhyun padaku dengan spontan. Aku hanya melongo melihatnya.
“Aku?”tanyaku padanya.
“Iyalah! Siapa lagi, hah?! Kau ini kan orangnya kurang kerjaan! Untuk apa kau merusak PMP-ku hah?!” serunya lagi dengan penuh amarah. Aku beranjak dari kursi dan memandangnya.
“Bodoh! Aku tidak merusak PMP-mu! Aku dari tadi malam hanya ada di kamar..!”
“Sudahlah jangan berbohong padaku..! lihat ini, PMP ku rusak!” serunya sambil mengeluarkan sebuah PMP yang sudah lecet dan retak padaku.
“Aku tidak pernah merusak barangmu, bodoh!” seruku tidak mau kalah.
“Hei sudahlah mengaku saja Jung Woon! Kemarin kau juga sudah memakan kue-ku yang ada didalam lemari pendingin kan?!” celetuk Shindong tiba-tiba.
“Shokurooo! Aku tidak suka kue, bodoh!”
“Dan kau hyung! Kau sudah mengacak-acak dapurku, sehingga aku tidak bisa memasak!” seru Ryeowook padaku. Ryeowook menyalahkanku? Sejak kapan dia jadi seperti ini?
“Dan kau ya hyung! Kau membuat gitarku menjadi aneh seperti kelakuan anehmu itu!” seru Sungmin tiba-tiba. Alisku terangkat.
“Hei apa maksudmu? Aku tidak pernah masuk ke kamarmu, bodoh!”
“Jelas saja. Kau kemarin mau membangunkanku kan?! Gitarku rusaaak! Aku tidak mau tahu, pokoknya kau harus mengganti gitarku itu!”
“Enak saja kau berkata seperti itu!”
“Iya lah! Aku tidak mau tahu pokoknya!”
“Hei kalian semua kenapa menuduhku dan memojokkanku seakan semua kesalahan ada padaku?! Kenapa tidak Henry saja yang kalian tuduh hah?!” seruku pada mereka dan menunjuk Henry yang baru saja datang.
“Eh? Kenapa aku disangkut-sangkutin?! Enak saja!” kata Henry dengan lantang.
“Hei sudah-sudah. Kalian ini apa-apaan sih! Seperti anak kecil saja!” kata Tuan Lee pada kami.
“Biar saja! Bisa jadi dia yang melakukan semuanya kan?!” Amarahku langsung bertambah.
“Hei jangan menuduhku sembarangan dong!” Henry mulai mendekat dengan wajah memerah.
“Hah..! mereka saja menuduhku sembarangan! Kalian benar-benar egoisss..!” seruku kemudian berjalan keluar dari gedung ini.
Ryeowook POV
Aku berlari mengambil kue tart yang sudah kusiapkan di depan, sedangkan eunhyuk hyung dan Donghae hyung mengambil air dalam ember. Saat Yesung hyung keluar, Eunhyuk hyung langsung menyiramkan air itu kearah Yesung hyung. Dia nampak sangat terkejut dan bingung. Otomatis pakaiannya basah semua. kami semua mendekat kearahnya dengan nyanyian ulangtahun.
“Sangeil Cukha hamnida.. Sangeil cukha hamnida...” kami bernyanyi secara kompak, dari mulai Tuan Lee, staf karyawan gedung itu, dan manager kami.
Yesung hyung memandang kami bingung dengan isakan, “Astaga...!”
“Happy birthday hyunggg......!! We love youuu..!” ucapku sambil membawa sebuah tart kura-kura padanya.
“Dasar kalian bodoh! Menyebalkan..!” seru Yesung hyung pada kami. Kemudian dia terisak dan tertawa. Kami tertawa dengan keras melihat reaksi Yesung hyung.
“Tapi kau senang kan hyung?” tanya Kyuhyun kemudian.
“Aniooo..! kalian tega sekali padaku. Lalu bagaimana PSPmu?”
“Cuma bohongan saja hyung!”
“Aiiiish! Dasar evil kyu!! Kau membuatku menuduh orang! Henry-ssi.. Mianne” serunya pada Henry.\
“Ne, gwenchanayo hyung!” Henry tersenyum lebar kearah Yesung hyung.
“Hyung, tiup lilinya cepat! Sudah hampir meleleh..!” seruku pada Yesung hyung. Dia tersenyum kearahku dan hendak meniup lilin tapi kujauhkan tart itu darinya.
“Eh? Kenapa?”tanya Yesung hyung padaku.
“Kau belum beroda dulu..! minta permohonan dulu!” seruku padanya. dia menepuk keningnya lalu memejamkan mata dan kemudian meniup lilin-lilin kecil..
Kami semua bertepuk tangan dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Yesung hyung. Sebagian dari kamu juga memberikannya hadiah. Siang itu benar-benar menjadi hari terindahku.
Dan kini giliran aku, yang lain sudah masuk kedalam. Aku dan Yesung hyung duduk dibangku panjang depan parkiran mobil.
“Ryeowook-ssi..! kau yang membuat kue itu?” tanya Yesung hyung padaku. Aku mengangguk tersenyum.
“Bagaimana bisa?”
“Bisa dong. Namanya saja Ryeowook!” kataku membanggakan diri.
“Ah ya. Terima kasih atas semuanya ya, aku menyayangimu..” Yesung hyung memelukku. Aku mengangguk.
“Ne, cheonmaneyo. Oh ya, ini ada sesuatu untukmu. Tapi maaf kalau kau tidak menyukainya. Aku bingung ingin membelikanmu apa..” kataku lalu memberikan sebuah kotak berukuran sedang padanya.
“Apa ini?”
“Buka saja hyung..!” kataku tersenyum padanya. Dia membuka kotak itu dan bisa kulihat dia sangat terkejut.
“Ryeowook-ssi..! ini..” dia mengeluarkan sebuah kotak kaca dan didalamnya ada ukiran patungku, Yesung hyung dan Shin-Ra.
“Iya, sebenarnya itu akan kuberikan saat natal nanti. Tapi biarlah, jadikan ini sebagai hadiah ulang tahunmu hyung!”
“Oh Tuhan.. Dan ini kau yang memesan?”
“Iyalah hyung! Setahun yang lalu. Saat aku ulang tahun, aku pergi ke toko ukir dan aku meminta pengrajinnya untuk membuatkan ukiran patung yang ada difoto ini..” kataku lalu menunjukkan sebuah fotoku, Yesung hyung dan Shin-Ra saat kami sedang pergi kepantai.
“Astaga.. Gamsahamnida Ryeowoook-ssi..! ini benar-benar hadiah teristimewa darimu.. kau adalah orang spesialku, dan kau juga yang selalu betah jika berada disampingku. Aku sangat berterima kasih padamu..” kata Yesung hyung kemudian memelukku.
“Ne, cheonmaneyo hyung..” aku terharu dengan pernyataan hyung baru saja dan itu membuatku menangis.
Yesung hyung melepaskan pelukannya, “Oh ya, tadi malam aku memimpikan Shin-Ra. Dia mengucapkan happy birthday padaku. Dan dia menitip salam untukmu.. dia bilang, dia sangat merindukanmu..” aku terkejut mendengar kata-kata hyung baru saja. Shin-Ra? Ya aku juga merindukan gadisku itu.. bagaimana kabarnya sekarang? Apa dia bahagia diatas sana? Aku menatap Yesung hyung.
“Benarkah itu hyung?” tanyaku meyakinkannya. Dia mengangguk.
“Antar aku ketempatnya sekarang ya?”
==
Kupandangi batu nisan yang ada didepanku dan kuberi salam padanya.
RIP
KIM SHIN RA 
01 Januari 1990 - 24 Agustus 2009 
 
Aku tersenyum memandang fotonya. Kusentuh fotonya, gadisku yang sudah lama pergi. Apa kabarmu sekarang?
“Siang Kim Shin Ra.. apa kabarmu?” tanyaku didepan makamnya. Tak ada jawaban darinya, dan aku tahu dia tidak akan menjawabnya.
“Kau tahu, hari-hariku serasa sepi saat kau meninggalkanku dan dunia ini. Kau tahu, kau adalah semangatku melakukan apa-pun.” Kataku menahan air mata yang sudah menumpuk dipelupuk mataku. Yesung hyung yang dari tadi disampingku juga ikut menghapus air matanya.
“Andai kau tahu, kalau kau adalah satu hatiku yang utuh. Aku menyayangimu Shin-Ra. Tidakkah kau tahu itu?” kataku padanya.
“Hari ini adalah ulang tahun Yesung hyung, aku yakin kau pasti tahu itu. Dan ingatkah kau yang selalu memintaku untuk menyanyikanmu sebuah lagu jika kita ada ditaman? Itulah yang saat ini benar-benar kurindukan. Ingatkah kau saat pertama kali kita bertemu diapartemen, kau dan aku saling bermusuhan karena kau mengahcurkan coklat buatanku? Aku ingin mengulangnya kembali, masa-masa indahku denganmu, chagi..” kataku sambil terisak. Oh tuhan, kapan aku bisa bertemu dengannya lagi?
“Na de, saranghae Kim Shin-Ra.. semoga kau tenang disana.. dan semoga kau bahagia disana. Aku disini selalu mendoakanmu, chagi..”

YESUNG POV
Kau bisa lihat kan, chagiya. Disini banyak sekali orang-orang yang menyayangimu.. Termasuk namja-mu ini yang masih setia padamu. Dia sama sekali tidak mau mencari penggantimu. Dia selalu bercerita tentangmu jika kami akan tidur. Dia benar-benar menyayangimu, chagiya.. Tapi aku akan meyakinkannya agar dia tidak seperti ini terus, dan kupastikan dia mencari penggantimu agar dia bahagia. Seperti yang pernah kau katakan padaku.
FLASHBACK
“Shin-Ra, apa yang paling kau sukai di dunia ini?” tanyaku pada Shin-Ra pada saat hari ulang tahunnya.
Dia memandangku bingung lalu tersenyum, “Melihat orang yang kusayangi bahagia..”
“Hanya itu?”
“Ada lagi sih, banyak banget. Ditraktir aku suka, dibelikan pulsa aku suka, dinyanyikan lagu aku suka, apa lagi dibuatkan lagu.. Semuanya yang menyenangkan Oppa, tapi hanya itu yang paling aku suka..”
“Ohh.. hmm.. adakah member Suju yang kau sukai?” tanyaku dengan iseng. Dia nampak terkejut lalu tersenyum sendiri.
“Ada. Satu orang yang sangat kubanggakan..”
“Aku pasti...!” jawabku dengan PD. Dia mengerutkan alisnya lalu meledekku.
“Enak saja. Kau adalah Oppa-ku yang paling kusayang. Tapi kalau orang yang kusuka saat ini sangat sering berada disampingku..”
“Mwoo? Ryeowook?” tanyaku memastikannya.
“Hmm.. Ya begitulah, Hahahaha.. Eh! Tapi diam ya! awas kau kalau sampai memberitahukannya pada tomat itu!” katanya mengancamku.
“Hah? Jadi selama ini kau juga sering main ke apartemenku karena dia?”
“Sangat benar!”
“Astaga.. tidak kusangka ternyata adikku menyukai sahabatku..” kataku padanya. Dia tersenyum manis.
“Oh ya Oppa, pastikan kalau Ryeowook Oppa selalu bahagia ya!”
“Kenapa memang?”
“Aku paling tidak suka melihatnya sedih apalagi menangis. Benar-benar seperti anak kecil! Aku lebih senang melihatnya tersneyum dengan pipinya yang seperti tomat itu..”
“Ah ya. aku juga. Tenang saja.. aku akan menjaganya juga!”
FLASBACK END
Aku tidak mau melihatnya seperti ini terus. Dia selalu terlarut dalam kesedihannya, tapi berbeda dengan hari ini. Dia bisa tersenyum hari ini. Di hari ulang tahunku, dan bagiku itu adalah hadiah terindah pertama darinya. Semenjak kau pergi, dia jarang sekali tersenyum manis seperti ini..
Dia adalah namja yang baik bagimu. Dia namja yang sangat bertanggung jawab, buktinya saat kau sakit saja, dia yang mati-matian menjagamu sampai harus tidak tidur semalaman. Dia juga sangat rajin mengantarkanmu ke sekolah bukan? Dia namja yang sangat sempurna. Pernah aku berfikir kau akan bisa bahagia bersamanya nanti. Tapi takdir berkata lain..
Chagiya, semoga kau baik-baik dan bahagia disana.. Kami semua menyayangimu..
DEAR, KIM SHIN RA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar