Annyeong Chingudeul..!
Ini FFku yang ke 5.. Lanjutan maksudku^^
Terimakasih buat yang udah baca dan koment, saya sangat mengharapkannya.
Creator : Arinal Karima
Tag : Kim Ryeowook, all member Super Junior, Sunny
“Annyeong hasehyo! Kenalkan, Sunny imnida.. aku tetangga baru kalian.. Mohon bantuannya!”seru seorang gadis yang berdiri didepan pintu apartemenku yang baru saja kubuka dengan membungkukan badan. Alisku terangkat kaget.
Ini FFku yang ke 5.. Lanjutan maksudku^^
Terimakasih buat yang udah baca dan koment, saya sangat mengharapkannya.
Creator : Arinal Karima
Tag : Kim Ryeowook, all member Super Junior, Sunny
“Annyeong hasehyo! Kenalkan, Sunny imnida.. aku tetangga baru kalian.. Mohon bantuannya!”seru seorang gadis yang berdiri didepan pintu apartemenku yang baru saja kubuka dengan membungkukan badan. Alisku terangkat kaget.
“Oh ne, sudah kan? Akan kututup pintunya!”kataku lalu hendak menutup pintu, tapi tertahan oleh tangannya.
“Eh sebentar!
au ini benar-benar tidak sopan. Aku ini tamu disini, seharusnya kau biarkan aku masuk!” katanya dengan memandangku. Aku mendengus kesal.
“Lebih baik kau pergi sekarang. Kau hanya menggangguku!” kataku dengan nada mengusir. Tiba-tiba Eteuk hyung sudah berdiri dibelakangku.
“Ya Wookie-ah! Kenapa kau bersikap kasar padanya, hah?! Aku yang mengundangnya kemari!” bela hyung pada gadis ini.
“Ah terserah hyung saja lah!” kataku lalu masuk kedalam kamar dan mengunci diri. Saat hendak berbaring, tanganku menyenggol bingkai foto seorang gadis. Dan pecah.
“Omonaaa..! Shin-Ra ah..! mian ne.. aku akan menggantinya!” kataku dengan nada gugup lalu segera membersihkan pecahan-pecahan kaca itu dan membawa foto Shin Ra keluar kamar untuk kucarikan pengganti bingkainya.
Kulihat gadis tadi sedang duduk mengobrol dengan para hyungku juga Nara tetangga sebelah apartemenku. Kuacuhkan dirinya dengan berlalu begitu saja.
“Wookie-ssi!! Kemarilah! Tidak baik mengabaikan tamu begitu..” seru Heechul hyung padaku. Aku hanya memandangnya sebentar lalu meneguk air mineralku.
“Ya Wookie! Kemarilah!” kali ini Donghae hyung yang menyuruhku. Aku menggeleng.
“Aku mau keluar untuk membeli bingkai foto..” kataku lalu menyambar jaket tebalku.
“Eh, foto siapa itu?” tanya Sunny padaku lalu mendekat. Aku mundur beberapa langkah.
“Bukan urusanmu..!” kataku membantah.
“Gadismu kah?”
“Bukan urusanmu!”
“Waah ternyata kau sudah punya youja ya? Youja mu kalah dengan namjaku!!” katanya santai.
“Ya kau! diamlah! Tidak usah menyangkut pautkan dia dengan namja-mu, arassooo!!”kataku lalu pergi meninggalkannya.
Sunny POV
Dia berlalu dari hadapanku dengan kemarahannya. Aku sempat terkejut saat dia membentakku tadi. Sebegitu marahkah dia padaku? Padahal kan aku hanya bercanda..! menyebalkan sekali.
“Ehmm.. Sunny-ah, maafkan dongsaengku yang satu itu ya..! dia memang selalu begitu..” kata Eteuk padaku. Aku mengangguk tersenyum.
“Sepertinya dia sangat marah sekali ya? Memangnya ada yang salah dengan ucapanku? Aku kan hanya bercanda..” kataku lalu duduk kembali di sofa.
“Hmm.. Nama gadis itu Kim Shin Ra, dia hubby-nya Wookie, dan dia meninggal dua tahun yang lalu. Semenjak dia meninggal, Wookie benar-benar berubah sekali..” jelas Eteuk dan yang lainnya.
“Mwo? Meninggal? Kenapa?”
“Yah kau tahu berita dua tahun yang lalu yang sempat heboh tentang Ryeowook kan?” tanya Donghae padaku. Aku mencoba mengingat-ingat kembali.
“Ah ya! Aku ingat, karena para ELF kan?”
“Ya benar sekali. Itu dia, sampai sekarang Wookie menjadi seperti itu. tapi, sebenarnya dia sangat baik dan perhatian sekali, terlebih dulu pada Shin Ra..” kata Heechul sambil tersenyum dan kemudian mengambil bingkai foto yang ada dimeja komputer dan menunjukkannya padaku. Kulihat ada foto seorang gadis dan seorang pria di padang bunga matahari, keduanya saling bergandengan tangan dan tersenyum lebar. Wajah gadis itu sangat cerah dan ceria. Ah jelas saja Wookie menyayanginya, dari wajahnya saja sudah terlihat kalau gadis itu ramah sekali. Beruntungnya kau mempunyai gadis itu!
“Cantiknya..” komentarku masih memandangi foto mereka.
“Ya, dia memang cantik. Yesung saja, kakak sepupunya juga sangat merasa kehilangan. Jika melihat foto ini rasanya kembali ke dua tahun yang lalu, kami masih bersama-sama menata ulang apartemen ini.” Kata Eteuk kemudian menyeka air matanya yang mulai jatuh.
“Hhm.. aku juga ingat saat aku ulang tahun, hyung dan dongsaeng lainnya mendiamkanku, hanya dia yang tidak mau. Dia yang selalu menemani satu hariku itu tanpa hyung dan dongsaengku.” Kata Donghae menundukkan kepala.
“Ya benar. Kenangan yang paling kuingat saat dia menangis keras didepan semua Oppa-nya karena dikerjain habis-habisan. Dan orang yang pertama dia peluk adalah aku, dia menangis dipelukanku dan mendiamkan semua Oppa-nya. Benar-benar hal yang tak bisa kulupakan.” Ucap Heechul lalu tersenyum tipis. Bisa kudengar dari semua cerita mereka, mereka benar-benar menyayangi Shin Ra. Dia seperti gadis yang benar-benar spesial dimata mereka.
“Oh begitu, sepertinya kalian menyayangi gadis itu ya?”
“Sangat menyayangi”jawab mereka serempak.
“Benar, hmm.. aku pernah dua kali bertemu dengan Shin Ra. Sekali bertemu sudah bisa kusimpulkan bahwa dia orangnya sangat baik.” Kata Nara padaku.
“Terlebih Wookie-ah. Dia sangat sayang pada gadis itu, aku jadi ingat saat mereka pertama bertemu di Konser Super Show kami yang kedua, wookie menganggapnya sebagai penata rias..” sambung Heechul lagi.
“Hmm.. dan sampai sekarang Wookie belum juga mendapatkan penggantinya?”
“Belum. Padahal, Shin Ra pernah mengharapkannya, tapi Wookie bilang begini, aku hanya mau mendapatkan youja lain yang mau menerima ku yang masih mencintai Shin Ra dan tidak pernah melarangku untuk berhenti mencintainya. Menurutmu aneh bukan perkataannya? Jelas saja pasti tidak ada youja yang mau diduakan!” kata Donghae sambil mendesah.
“Hmm.. tapi pasti ada kok, hanya dia belum menemukan saja” ujarku pada mereka.
“Eh kenapa kita jadi membicarakan dia ya?” tanya Eteuk dengan bingung.
“Hahaha.. ya benar! Ada ada saja kita”
Ryeowook POV
Akhirnya kutemukan juga bingkai yang cocok. Ah, bulan depan tepat dua tahun kau meninggalkanku..! andai waktu dapat diputar kembali, aku ingin hari itu kau terus bersamaku..
Tiba-tiba ponselku berdering..
“Yeoboseyo..” ucapku membuka pembicaraan.
“Yeoboseyo.. Wookie-ah, dimana kau?” tanya seorang pria yang tak lain adalah Yesung hyung.
“Hmm.. baru diperjalanan hyung. Kenapa?”
“Bisa menjemputku di Sukira? Mobilku mogok.”
“Ah ne, aku akan segera kesana. Tunggulah hyung!”
“Ne, gamsahamnida..”
“Cheonmaneyo..”
Kubawa mobilku dengan kecepatan sedang ke Sukira. Sudah lama juga aku tidak mampir kesana.
Beberapa saat kemudian aku sudah berada diSukira. Kulihat Yesung hyung sedang mengobrol bersama Taemin didepan ruang siaran. Dan kudengar lagu-ku sedang diputar, tiba-tiba saja aku teringat akan dirinya yang dulu memintaku untuk dibuatkan sebuah lagu. Dan lagu inilah yang kuciptakan untukknya. Aku teringat akan senyumannya kepadaku. Lama sekali aku tidak melihat sneyuman itu lagi.
“Wookie aahhh..!!” suara Yesung hyung membuyarkan lamunanku.
“Eh iya? Ada apa hyung?” tanyaku masih dalam keadaan terkejut.
“Kau ini sudah kupanggil berkali-kali kenapa baru sekarang menyahut? Apa yang sedang kau fikirkan?”
“Ah tidak hyung. Ayo langsung pulang saja..” kataku lalu merangkul Yesung hyung keluar.
Aaaah enaknya bangun pagi! Kubuka tirai jendela kamar, dan kulihat Yesung hyung sedang tertidur nyenyak.
Seusai mandi, aku langsung bersiap didapur dan melakukan tugasku. Semua makanan sudah tersaji di meja makan dengan rapih. Senangnya bisa memasakkan masakan untuk para hyungku.
“Ryeowook! Ooooh gamsahamnida, kau tak perlu repot-repot membuatkanku masakan! Omoona, baik sekali kau ini...!” suara Kyuhyun tiba-tiba menggelegar seperti petir saat kulihat dia sudah duduk dimeja makan sambil tersenyum lebar. Alisku terangkat.
“Eh enak saja kau! sudah tak sopan memanggilku tanpa embel-embel hyung! Dan sekarang kau sangat percaya diri kalau masakan ini untukmu! No way!” seruku sambil melambaikan spatula-ku.
“Ooo tidak bisa Wook! Aku juga penghuni apartemen ini!! Kekeke~~” katanya lalu mengambil piring. Tanganku langsung menahannya.
“Eiitsss!! Mandi dulu sana! Kau tahu, bau badanmu itu benar-benar---“belum sempat kuselesaikan kalimatku, dia sudah menyelanya.
“Benar-benar seperti bau surga kan??!! Hahahaha..!!” tawanya langsung meledak dan dia langsung berlari menuju kamar mandi.
“Yak Evil Kyuuuuu!!!”seruku padanya. tiba-tiba Yesung hyung keluar kamar sambil berkacak pinggang.
“Ya Wookie ah.. ada apa? Suara kalian mengganggu tidur pulasku!!”
“Mian ne hyung! Siapa lagi kalau bukan si evil itu!”
“Omonaaa...”
Tiba-tiba saja Eteuk hyung datang dengan seorang gadis. Dan gadis itu..! aiiish gadis sok tahu itu!
“Wookie ah..! boleh ya, kami sarapan disini..!” tanya Eteuk hyung dengan senyuman ramahnya.
“Terserah hyung saja! Tugasku hanya membuatkan masakan saja!”
“Eh, kau bisa memasak juga? Wuih kereeenn!! Pasti enak sekali masakanmu!” kata Sunny dengan mata berbinar. Aku hanya mencibir.
“Wookie ah, kapan-kapan kau harus memasakannya juga untukku, ya?” tanyanya lalu menyunggingkan seulas senyum.
“Memangnya aku ini siapa-mu hah?!” kataku lalu melepas celemek dan mengambil kunci mobilku.
“Eh, mau kemana Wookie-ah?” tanya Eteuk hyung yang masih menjejalkan udang gorengnya.
“Mau ke Shin-Ra..! hyung makan dulu saja, aku akan makan diluar.” Kataku dengan nada datar,
“Eh, boleh aku ikut?” tanya Sunny tiba-tiba. Alisku terangkat mendengar pertanyaanya.
“Mau apa?!” tanyaku sinis.
“Ya Wookie ah..! jangan begitu padanya! dia perempuan!!” tegur Yesung hyung padaku.
“Tidak apa. Aku hanya ingin berdoa juga untuknya..!” jawab Sunny dengan ramah.
“Memangnya kau mengenalnya?” tanyaku masih dengan nada sinis.
“Ya, tidak si. Tapi boleh saja kan?”
“Aaahhh.. sebaiknya tidak perlu..!”
“Ya wookie ah..! ajaklah dia, apa salahnya dia ikut? Lagian dia juga ingin berdoa untuk Shin Ra kan?” tanya Eteuk hyung padaku. Aku terdiam sesaat kemudian menyambar jaketku.
“Jangan membuatku kesal disana!” Kataku lalu berlalu.
“Yeay! Gomawo Wookie-ah..!” katanya gembira.
Di mobil...
“Ya Wookie ah, sudah berapa kali kau ke tempat Shin Ra?” tanyanya dengan cepat. Aku hanya diam dan memfokuskan pikiranku ke jalan raya.
“Dan apa kau pernah berharap dia akan kembali?”
“Oh ya, bagaimana kalau suatu saat nanti dia kembali padamu sebagai seorang lain?” aiiiish, cerewet sekali gadis ini.
“Ya, sunny-ah! Bisakah kau diam?! Aku tidak fokus, arassso!!” kataku dengan tegas.
“Mian ne.. aku kan hanya ingin kenal dekat denganmu, dan kau, jadi orang jangan diam diam begitu! Orang tahunya kau bisu, pabo!! Kau ini punya perasaan, tidak?” tanyanya dengan sedikit menurunkan nada bicaranya. Ah ya, kenapa aku harus marah-marah padanya? dan kenapa aku bisa seperti ini? Apa aku sudah terlalu keras padanya
“Diamlah..” kataku dengan menurunkan nada bicaraku juga.
SUNNY POV
Kulihat Ryeowook berlutut dan menunduk didepan sebuah makam yang bertuliskan nama Kim Shin Ra. Inikah makam gadisnya? Gadis yang sangat ia sayangi?
Aku bisa melihatnya dia benar-benar sangat sayang pada Shin Ra, bisa dilihat dari cara dia membungkukan memberi salam padanya, berdoa didepan makamnya, dan mengelus batu nisan dengan senyuman yang belum pernah kulihat. Ya, dia tersneyum didepan makam ini. Omona, aku suka sekali dengan senyumnya itu..
“Sekarang giliran kau..” katanya padaku. Aku mengangguk lalu memberi salam pada Shin Ra, fotonya masih bagus dan sepertinya baru diganti. Aku menyukai senyum gadis ini.
Apa kabar Shin Ra? Ya, mungkin kau terasa asing padaku. Kenalkan, namaku Sunny. Aku tetangga baru Ryeowook-ah. Setelah mendengar cerita-cerita dari para member Suju, aku jadi penasaran denganmu dan rasanya aku tidak jauh darimu. Apakah Ryeowook orangnya selalu begini? Diam? Kurasa tidak, mungkin dia hanya kesepian. Beruntungnya dia memilikimu, tapi kenapa kau harus pergi lebih dulu? Kau tidak kasihan padanya? aku tidak senang melihatnya bersedih seperti itu. aku lebih senang melihatnya tersenyum padamu. senyumnya sangat hangat. Dan maaf ya, sepertinya aku tertarik pada Ryeowook. Tapi tenang saja, aku tak akan mengambilnya darimu. Kuharap kau selalu menemaninya dalam mimpinya agar dia selalu tersenyum, Shin Ra. Aku ingin mengenalnya lebih dekat. Bolehkah?
Beberapa saat kemudian aku dan Ryeowook sudah duduk disebuah warung sate ayam kecil. Seorang Ryeowook juga suka makan disini?
“Kenapa? Tidak suka?”tanyanya padaku.
“Eh? Suka kok, heran saja ternyata kau juga suka makan disini..”
“Memangnya seorang idola harus makan ditempat yang besar begitu?”
“Ya benar juga. Aku juga sangat senang makan ditempat seperti ini, apa lagi sate ayam. Oh ya, kau sering ke makam Shin Ra?”tanyaku padanya. ah paling dia hanya akan menjawab ‘bukan urusanmu’!
“Hmm.. sangat, apa lagi kalau aku sedang bersedih dan senang. Dialah temanku, walau kami jauh, tapi aku tahu dia akan selalu ada didekatku.” Jawabnya dengan ramah.
Eh? Dia bisa ramah juga ternyata? Aku fikir hanya bisa marah-marah saja!
“Oh begitu, dulu aku juga sepertimu, tapi lain cerita. Namjaku meninggal karena kecelakaan mobil. Tapi tidak pernah kujadikan beban, karena menurutku itu adalah sebuah takdir yang tidak bisa ditantang. Dan pasti aku akan mendapatkan yang lebih baik darinya..”
“Oh, kau menyindirku??” tanyanya dengan nada ketus.
“Eh? Merasa tersindir ya? Kekekee, mian ne..”
“Gwenchanayoo..”
“Tumben sekali kau tidak marah-marah?” tanyaku dengan heran.
“Tidak boleh?” tanyanya dengan alis terangkat.
“Eh? Boleh boleh saja kok! Hanya aneh saja kelihatannya..” kataku lalu mengulas sebuah senyum. Dia memandang keluar warung sate ini dan berdiam. Apa ya yang sedang dia pikirkan?
==
RYEOWOOK POV
Pagi yang cerah, ya seperti biasa aku membuatkan sarapan untuk para hyungku. Dan beberapa saat kemudian kami sudah berkumpul diapartemenku termasuk Sunny dan Nara.
“Pagi semua.. Wah Wookie Oppa, baik sekali kau memasakkan untukku?!” kata Nara dengan senyuman manisnya. Aku tertawa mendengar candaannya.
“Ya, aku sengaja memasakkannya khusus untukmu! makanlah sepuasmu, tapi jangan salahkan aku kalau nanti di kampus kau akan tertidur pulas karena racunku!” kataku membalasnya. Kulihat Sunny sedang sibuk mengobrol dengan Eteuk hyung.
“Ayoo silahkan dimakan semuannya..!” kataku lalu melepaskan celemek dan duduk di kursi meja makan. Tiba-tiba saja mataku tertuju pada Sunny, dia sedang mengetukkan garpu dan sendoknya lalu mengetukkannya dimeja makan. Caranya itu.. sama seperti.. Kim Shin Ra.. gadisku..
Aiiish! Apa dia hanya kebetulan saja ya? bodo ah..
Seusai makan kami semua bergegas meninggalkan apartemen.
“Wookie ah..! tunggu..!” kata Sunny padaku. Aku menoleh padanya lalu menghentikan langkahku. Dan ini lagi! caranya menalikan sepatu juga mirip sekali dengan Shin Ra. Selalu membuatnya menjadi kepangan. Oh Tuhan..! ada apa ini? Kenapa semuanya jadi serba Shin Ra? Aku langsung melanjutkan langkahku tanpa memedulikan dia yang terus meneriakan namaku.
Hari demi hari kulalui bersamanya, dan juga kesamaannya dengan Shin Ra. Benar-benar seperti Shin Ra. Dan pernah saat kami membersihkan dorm, dia juga ikut membantu dan membangunkanku layaknya Shin Ra. Oh tuhan, semua ini benar-benar membuatku bingung. Dan akhirnya aku mengajak Yesung hyung untuk keluar di malam hari.
“Ada apa Wookie? Tumben kau mengajakku keluar dimalam hari?” tanya Yesung hyung padaku. Aku masih menatap tepian sungai Han yang ada didepanku.
“Hmm.. hyung, apa kau memperhatikan sikap Sunny?” tanyaku padanya.
“Ah itu, ya sudah dari kemarin aku ingin bertanya padamu, tapi aku takut kau kepikiran.. kau berfikiran sama denganku?”
Aku memandang hyung-ku itu. “Jadi, hyung juga menyadari ada kesamaan antara mereka?”
“Ya. dari caranya makan, menatap orang, menalikan tali sepatunya, membantu kita membersihkan dorm, membangunkanmu, dan satu yang sangat mirip dengan Shin Ra. Senyumnya.” Katanya lalu memeganggi dadanya.
“Senyum? Aku tidak pernah melihatnya tersenyum!” kataku pada Yesung hyung. Tiba-tiba angin malam berhembus dengan semilir seolah ada seseorang yang sedang menari. Aku merasakan ada kehadiran seseorang disini. Kulihat sekelilingku, masih banyak orang yang ada disini. Tapi kenapa aku merasakan ada yang berbeda ya?
“Semua itu mengingatkanku akan Shin Ra, kau ingat saat kita bertiga duduk seperti ini didekat Sungai Han dan dia memandang kelangit kosong seperti malam ini?”
Aku mengangguk pelan lalu menunduk, “Jelas saja aku ingat. Apa yang tidak kuingat tentangnya?”
FLASHBACK
Aku bertiga bersama Yesung hyung dan Shin Ra duduk disebuah bangku panjang yang menghadap ke Sungai Han. Malam ini udara benar-benar sangat sejuk dan tidak sedingin biasanya. Shin Ra duduk ditengah dengan jaket putihnya, kulihat dia sedang memandang ke langit.
“Ya Shin Ra-ssi..! apa yang sedang kau lihat? Tak ada apa-apa dilangit kan?” tanyaku padanya. Seketika itu juga Yesung hyung melihat kelangit yang kosong tanpa bintang dan bulan.
“Ah ya benar, kau melihat apa chagiya?” tanya Yesung hyung juga.
“Hmm.. memandang langit yang pucat tanpa ada senyuman. Ingin sekali rasanya mengisi kekosongan itu..” katanya dengan tatapan kosong.
Aku masih tidak mengerti apa yang dimaksud olehnya. “Maksudmu apa? Aku tidak paham..” kataku menggarukan kepala. Begitu juga dengan Yesung hyung.
“Ya sama. Aku juga tidak.”
Shin Ra memandang kami berdua dengan gemas. “Aiiish, dasar pabo couple! Maksudku, langit malam ini kan kosong, tidak terisi dengan bulan dan bintang. Dan.. ingin sekali rasanya mengisi kekosongan langit itu dengan bintang-bintang dan bulang sabit yang tersenyum indah..” katanya lalu tersenyum. Aku ikut tersenyum melihatnya tersenyum, selalu bisa menularkan senyuman!
“Huuuah, hatiku juga sedang kosong dan ingin sekali diisikan oleh seseorang..” kataku menggodanya. Dia menatap tajam kearahku.
“Ooh jadi sekarang kau merasa hatimu sedang kosong dan tidak ada siapapun dihatimu?! Silahkan saja cari penggantiku!” katanya dengan cemberut. Aku tertawa geli melihat wajahnya itu. Aku senang kalau sedang saat-saat seperti ini.
“Hahaha.. chagiyaaa chagiyaa.. aku akan orang itu..!” Yesung hyung langsung memeluk Shin Ra dengan erat sambil tertawa.
“Hahaha.. Aku hanya menunjukan isi hatiku sekarang, karena akhir-akhir ini chagiyaku tidak memperhatikanku!” kataku padanya. Dia memandang bingung kearahku.
“Tidak memperhatikanmu bagaimana? Setiap hari aku selalu mengirim pesan padamu, bukan?” tanyanya bingung.
“Eh, kenapa kalian jadi membicarakan masalah kalian didepanku?” tanya Yesung hyung memandang kami bingung.
“Supaya jadi saksi pembicaraan hyung!” kataku terkekeh.
“Hmm.. ya memang. Hanya aku merindukan kau memintaku untuk menyanyikan lagu untukmu!” sambungku lalu melipat kedua tangan didepan dada.
“Ah ya benar. Sepertinya sudah lama aku tidak memintamu menyanyikan lagu untukku. Kim Ryeowook Oppa! Maukah kau menyanyikan lagu untukku, malam ini?” pintanya dengan manja.
“Kalau aku tidak mau bagaimana?”
“Akan kupaksa kau sampai mau!” balasnya meledek. Kucubit pipi kanannya dan memejamkan mata. Kemudia mulai menyanyikan sebuah lagu love u.
“Ya Opp---“ kudengar dia akan marah-marah padaku, tapi sepertinya tidak jadi. Dia memotong kata-katanya dan terdiam.
Oh Tuhan.. Nyaman sekali berada didekatnya..
FLASHBACK END
Hari ini kami semua berkumpul di dorm kami, termasuk Sunny dan Nara. Seperti biasa, Nara selalu bercanda bersama Eunhyuk hyung.
“Ryeowook-ssi..! maukah kau menyanyikan satu lagu untukku?” tanyanya padaku. Deg! Tiba-tiba jantungku seakan berhenti berdetak. Shin Ra? Cara berbicaranya...
“Ryeowook-ssi..! bagaimana?” tanyanya mengulang. Kupandang dia dengan tajam lalu aku beranjak dari kursi.
“Apa maksudmu dengan semua ini hah?! Semua tingkahmu seakan sama dengan Shin Ra! Apa kau ingin menyamainya, hah?! Apa kau sengaja melakukan ini agar aku selalu teringat pada Shin Ra?!!! Apa kau sengaja melakukannya agar aku menyukaimu, begitu..!!!! hentikan semua ini..!!” kataku padanya dengan air mataku lalu berlari keluar apartemen. Membawa mobilku kesatu tempat yang hanya bisa membuatku merasa nyaman.
Didepan sebuah makam, yang bertuliskan Kim Shin Ra aku menundukkan kepala dan menangis. Menumpahkan semua rasa sakitku dan rinduku.
“Kim Shin Ra..!! kembalilah, kumohon..!!! aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu..!! Kau tahu, diluar sana ada seseorang yang mempunyai sifat sama sepertimu, dan itu membuatku teringat akan dirimu, chagiya..!! Aku tak tahu apa dia sengaja atau bagaimana.. Yang jelas, aku tidak menyukai orang yang meniru-niru sifatmu itu..” kataku padanya, menahan air mataku tapi terus memintaku untuk menjatuhkannya ketanah.
“Shin Ra-ssi.. pernahkah kau fikirkan bagaimana denganku kalau kau pergi? Apa kau memikirkan itu? Apa kau juga memikirkan dan mengingat ucapanmu yang akan selalu berada disampingku? Kau adalah semangatku melakukan apapun, chagiya..”
“Saranghae bogoshipo chagiya..” kataku akhirnya menunduk. Seseorang merangkulku dari belakang. Aku menolehkan kepala, dan kudapati Yesung hyung sudah berada disampingku dengan air matanya.
“Aku tahu kau menyayanginya Kim Ryeowook. Aku tahu kau mencintainya, dan sangat mencintainya.. Aku tahu dia adalah satu dari dua hatimu yang utuh.. Tapi kumohon jangan terus menerus seperti ini.. Aku tidak senang melihatmu begini, juga Shin Ra yang ada diatas sana..”
“Terimalah kenyataan yang sudah ada. Semua ini hanya bisa membuatmu sakit hati.. Percuma kau memintanya untuk kembali karena dia tidak akan kembali.” Yesung hyung merangkulku dengan erat. Aku terisak didepannya. Tiba-tiba dia membantuku berdiri dan memegang erat kedua sisi pundakku.
“Dengarkan aku. Kau percaya padaku bukan?” tanyanya padaku. Aku masih menunduk, kemudian menagngguk.
“Kau percaya akan kata-kataku bukan? Dengarkan aku sekali ini saja. Kau mau Shin Ra bahagia kan?” tanyanya lagi padaku. Kini kupandang kedua matanya yang sedang memandangku.
“Buatlah dia bahagia dengan cara kau bahagia. Dengan kau bahagia, dia juga akan bahagia. Dia pernah memberitahuku untuk selalu memastikanmu agar kau bahagia, karena apa. Karena dia tidak senang melihatmu bersedih apa lagi menangis. Dia ingin selalu melihat pipi tomatmu dan melihatmu bahagia. Kau bisa memenuhi permintaannya?” tanya Yesung hyung dengan setetes air mata lagi yang keluar dari kedua sudut matanya. Kali ini aku juga tidak bisa menahan air mataku. Aku terisak didepannya.
“Aku menyayanginya hyung.. aku benar-benar menyayanginya...” kataku bergetar.
“Kau harus bisa penuhi permintaannya.. Cobalah bersama Sunny.. Jangan biarkan dirimu larut dalam kesedihan, dia mencintaimu dan menyayangimu apa adanya. Bahkan dia pernah berkata, dia akan menerimamu meski kau masih menyayangi Shin Ra, dia akan selalu mengijinkanmu menyayangi gadismu itu.. apa itu bukan gadis yang baik bagimu? Kejarlah dia, saeng! Kejarlah dia, jangan biarkan gadis mu pergi..!” kata Yesung hyung menjelaskan. Jadi? Selama ini Sunny menyimpan perasaan padaku? Dan dia mengikuti kata-kataku yang dulu pernah kulontarkan pada para hyungku? Dia menceritakannya pada hyungku? Oh Tuhan, apa aku sudah sangat bersalah? Ya, aku bersalah. Tapi, berat bagiku untuk meninggalkan gadisku.
“Jangan kau fikirkan ini berat untuk meninggalkan Shin Ra. Dia akan sangat bahagia kalau kau tidak bergantung padanya. Sedangkan sekarang kalian sudah berada dialam yang berbeda. Kumohon, kau pasti juga punya perasaan padanya kan wlau itu hanya sedikit? Kau tidak mau kehilangan orang yang kau sayangi lagi kan? Kejarlah Ryeowoook!! Aku tidak mau melihatmu bersedih!” kali ini Yesung hyung berteriak didepanku dengan mengguncangkan tubuhku.
==
“Sunny-ssii....!!!” panggilku dengan kencang padanya yang sedang duduk di bangku dekat Sungai Han. Dia menoleh padaku. Dengan segera aku menghampirinya dengan napas yang tidak teratur.
“Ada apa? Bukankah kau ingin aku pergi? Aku tidak akan menganggumu lagi Ryeowook-ssi. Aku akan pergi. Aku akan mengubah semua kebiasaanku yang kau bilang ini semua mengingatkanmu pada gadismu..” katanya menunduk. Aku tahu dia akan menangis, karena aku sudah memahami seorang gadis. Seperti Shin Ra dulu.
“Jadi kau belum mau mendengarkan apa yang akan kukatakan padamu? Kau akan membiarkan orang yang kau sayangi menunggumu disini?” tanyaku padanya masih dalam keadaan terisak. Dia memandangku bingung.
“Oppa...” baru kali ini dia memanggilku dengan sebutan Oppa. Oh Tuhan, kenapa hatiku semakin sakit? Dilain sisi aku memang menyayangi gadis didepanku ini? Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan isakanku.
“Ya, aku tidak mau kehilangan orang yang kusayangi lagi.. Aku tidak akan pernah mau kehilangannya lagi, termasuk kau..” kataku kemudian. Sesaat kemudian pipiku sudah dibasahi oleh air mata.
“Tidak mungkin Oppa..”
“Apanya yang tidak mungkin? Kau menyayangiku bukan? Dan kaulah orang yang benar-benar bisa membuka hatiku walau dengan kemarahanku.. Apa aku salah menyayangimu?”
“Saranghae Oppa..!” dia langsung menghambur kepelukanku. Dan ini pertama kalinya seorang wanita kupeluk semenjak Shin Ra pergi.
“Aku janji, aku akan jadi seorang kekasih yang baik untukmu. dan aku akan tetap mengijinkanmu menyayangi dan menyayangi Shin Ra sampai kapan pun. Aku janji aku akan membiarkanmu menemui Shin Ra kapan pun. Semua akan kulakukan untukmu, oppa. Saranghae..!” sekali lagi air mataku menetes dibajunya. Dan kupeluk tubuhnya dengan erat.
“Na.. Na.. Nado saranghae Sunny..” kataku lalu terisak.
==
Hari ini adalah hari yang akan menjadi hari terindah bagiku. Hari pernikahanku dengan Sunny. Ya aku mendului para hyung-ku. Dan semoga, kami akan selalu dijaga oleh Tuhan.
Kupandangi diriku di cermin. Memakai kemeja putih dan jas hitam. Sepertinya aneh aku memakai pakaian seperti ini.
“Hyung, apakah aku sudah sangat tampan melebihi tampannya Kyu?” tanyaku pada para hyungku. Mereka memperhatikanku dengan cermat juga Kyu.
“Haaah! Berarti kau mengakui aku tampan ya? Gamsa wookiee..!” katanya sambil memelukku. Aku segera membalas pelukannya.
“Sekali ini aku akan mengatakan kau sangat tampan, tapi tidak untuk nanti. Kekeke~~” kataku terkekeh.
“Kau sudah sangat tampan. Tidak terasa ya, hari ini kau menikah. Mendahului para hyungmu itu, dan mulai nanti malam kau sudah tidak sekamar denganku..” kata Yesung hyung berusaha menahan air matanya. Tapi akhirnya menetes juga.
Aku mengangguk, “Ya benar. Cepat sekali kebersamaan kita. Tapi tenanglah. Aku akan sering main ke dorm, hyung!”
“Aku akan kehilangan teman satu apartemen..” kata Yesung hyung lalu menghambur kepelukanku. Dan akhirnya semua member memelukku.
“Kim Ryeowook-ssi.. ingat selalu pada kami ya, dan jika ada apa-apa segera hubungi kami. Kami selalu ada untukmu..!” ucap hyungku yang paling tua. Leader yang sangat bijaksana dan the best!
“Hmm.. kami keluar dulu ya, kau masih ingin disini kan?”
“Ya. kalian duluan saja..”
Sesaat kemudian ruangan ini terasa sepi. Tidak ada seorang pun kecuali aku. Sekali lagi kupandangi diriku didepan cermin. Andaikan dia yang menjadi pendampingku di hari ini, pasti akan sangat bahagia.
Shin Ra ssi.. hari ini adalah hari yang akan menjadi hari terindah bagiku. Dan itu akan menjadi sangat indah jika kau yang menjadi pendampingku nanti. Aku akan penuhi permintaanmu, Shin Ra. Semua kenangan antara kau dan aku akan selalu kusimpan dalam hatiku. Dan tidak akan pernah padam. Terimakasih selama ini telah menjadi semangat bagiku dan selamanya kau akan menjadi semangat bagiku. Hal yang terindah dalam hidupku, adalah bisa mengenalmu dan menjadi bagian dan hal terindah dalam hidupmu, sayang.. aku mencintaimu dan akan selamanya mencintaimu..
SHIN RA POV
Kulihat namjaku sedang bercermin di ruangan yang cukup besar ini. Rasanya senang sekali melihatnya bahagia seperti itu.
Beberapa saat kemudian dia sudah berada didepan pendeta. Hari ini adalah harimu Oppa. Hari dimana kau menentukan jodohmu. Walau rasanya sakit, tapi aku bahagia melihatmu bahagia. Kadang rasa penyesalan itu ada padaku, tapi aku harus tetap melihatmu bahagia, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku..
Kulihat pengangtin wanita sedang berjalan menuju altar diiringi oleh Eteuk Oppa. Dan akhirnya mereka berdiri berdampingan. Mereka saling mengucapkan janji suci dan kemudian melingkarkan cincin dijari masing-masing. Pernah terfikir olehku, gadis yang berdiri disamping Oppa itu adalah aku, namun apa daya. Semuanya sudah menjadi kehendak-Nya. Oh Tuhan.. berilah kebahagiaan selalu pada mereka dan jangan ambil kebahagiaan itu dari namja-ku itu.. yang terkahirnya, kuteteskan air mata kebahagiaanku untuk mereka.
Kulihat Yesung Oppa sedang menatap kearahku. Dia bisa melihatku? Dan untukmu Oppa air mata ini kuteteskan untuk yang terakhir. Tugasku selesai untuk semuanya. Kulambaikan tangan pada Yeppa yang masih memandangku dengan tetesan air matanya. Sedikit demi sedikit sinar itu menarikku untuk kembali pada-Nya.. dan inilah akhirnya.
YESUNG POV
Benarkah itu yang kulihat? Itu Shin Ra kah? Gadis yang berdiri disamping kanan Ryeowook sedang meneteskan air mata?
Dia memandang kearahku, meneteskan air mata dan tersenyum padaku. Kemudian melambaikan tangan. Oh Tuhan.. dia adikku.. dia adikku.. Aku berna-benar merindukan sosok itu.. Kim Shin Raa...
THE END~
THE END~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar