Title:
My Destiny is You
Author: @iSparkyu *Kim Harin
Casts:
Cho Kyuhyun
Jeong Seo Yeong
Cho Kyuna
Kim Jong Woon/Yesung
Length: One Shoot
Genre: Romantic, Comedy etc.
Dont be a plagiat !! Palgiat
itu dosa sodara-sodara !!
Helloooo helloooo saya kembali setelah sekian lama ngga ngunjungi blog kuu tercintaaa :* Ini ff terbaru *nggak sih udah lama* saya, cuma baru sempet di pos sekarang :) selamat menikmati ^^~
KYUHYUN POV
Aku memasang headphone di kepalaku dan mulai memutar mp3. Aku
menggoyangkan kepalaku kekanan dan kekiri mengikuti irama musik, cukup
mengurangi rasa lelahku hari ini. Kulihat jam tanganku menunjukkan pukul dua
pagi, jalanan kota Seoul sudah cukup sepi. Dan sepertinya hanya aku sebagai
seorang pejalan kaki disini. Angin malam yang dingin menyapu kulit tubuhku yang
tipis, dingin sekali.
Ponselku berdering, Kyuna?
“Yeoboseyo?” sapaku tersenyum diseberang telfon.
Suara kecil itu menyambutku dengan senang, “Oppa-ya, Oppa
sedang dijalan?” tanyanya.
Aku mengangguk tersenyum, “Ne, Kyuna-ah. Waeyo? Mmm, kau
belum tidur? Ini sudah pukul dua pagi, dan kau besok harus sekolah bukan?”
“Hmm, aniyo. Aku menunggu Oppa.” Jawabnya singkat.
“Yaa cepat tidurlah, besok kau akan terlambat sekolah,
chagiya..”
“Aku besok libur, Oppa.. Jadi, aku besok akan ikut Oppa ke Hongdae,
Coffee House, boleh kan?”
“Tentu saja boleh, baiklah, tunggu oppa, ne?”
“Nee oppaa, pai pai..”
Aku menatap layar ponselku, dua tahun sudah aku hidup hanya
berdua dengan dongsaengku di Seoul. Kedua orang tuaku bercerai, dan aku memilih
untuk tidak ikut satu dari keduanya. Dan adikku, Kyuna, memilih tinggal
bersamaku. Appa sekarang juga tak pernah menghubungiku untuk sekedar menanyakan
keadaan. Hanya eomma yang lebih sering menghubungiku untuk mengetahui keadaanku
dan juga Kyuna.
Kulihat seorang gadis berambut pirang tepat di depan
pandangan mataku nampak ingin menyebrang, jalannya gontai tak ada tenaga, dan
penampilannya sungguh berantakan. Sorotan sinar mobil menyadarkanku akan gadis
itu, aku berlari sekencang mungkin dan mendorong gadis itu kesebrang jalan
sehingga kami terjatuh bersama.
“Gwenchana, agashi?” tanyaku memastikan keadaan gadis itu.
Nafasku tersengal-sengal memandang yeoja didepanku yang tertunduk.
“Yaaa kenapa kau menyelamatkanku?!” serunya dengan mimik tak
suka padaku. Kedua alisku terangkat dan aku melepaskan gadis itu. Mulutnya
sungguh bau alkohol, kurasa dia baru saja mabuk berat.
“Yaa aku baru saja menyelamatkanmu, dan sekarang kau sama
sekali tak berterima kasih, hah?!” aku berkacak pinggang menatap gadis itu tak
mengerti.
“Dan aku tak pernah memintamu untuk menyelamatkanku!”
Aku menelan ludah dengan perasaan kesal, hah?! Dasar yeoja
aneh! “Yaa kau sudah gila, hah?! Bagaimana ada seseorang yang tidak mau
diselamatkan?!”
Gadis itu tertunduk, “KAU MENGGAGALKAN SEMUANYA, BODOH!”
Aku mulai mengatur nafasku, dan mengulurkan tanganku pada
gadis didepanku, “Ayo kubantu..” ujarku.
Dia menepis tangaku, “Aku tidak perlu bantuanmu!” kemudian
dia berdiri dan merapikan pakaiannya.
“Percobaan bunuh diri?” tanyaku.
Dia memandangku sengit, “Bukan urusanmu!”
“Masih saja ada yang mengakhiri hidupnya dengan cara yang
tidak lazim *apaan? -__-* kau akan merepotkan orang-orang jika bunuh diri
disini, kalau kau ingin bunuh diri, tenggelamkan dirimu dilaut, tak akan ada
orang yang peduli..”
Dia terdiam, lalu berjalan pergi meninggalkanku, “Yaa yeoja
gila! Pagi-pagi buta begini tak baik anak perempuan berjalan sendirian!” seruku
padanya. Dia tetap tak mempedulikan kata-kataku dan terus pergi. Dasar gadis
gila!
Aku membetulkan kemejaku dan menoleh pada gadis gila itu yang
masih terus berjalan gontai lalu pingsan. Aku berlari kencang kearahnya, “Yaa
bangun yeoja gila!!!” seruku, tapi tak ada respon darinya. Huh, dasar
merepotkan!!
**
“Kyunaaa-ya, bukakan pintu..” ujarku pada interkom, dan pintu
pun terbuka, seorang gadis kecil muncul dari pintu melihatku bingung.
“Oppa, siapa dia?” tanya Kyuna padaku yang sedang menggendong
yeoja gila itu.
Aku masuk mendesak Kyuna, dia menutup pintu dan mengikutiku.
“Kyuna-ssi, Oppa pinjam kamarmu untuk yeoja ini, kau tak
keberatan jika tidur bersama Oppa?”
Kyuna mengangguk, “Ne, gwenchana Oppa.”
Dia berlari kekamarnya untuk menata tempat tidurnya. Aku
masuk kekamar Kyuna dan menidurkan yeoja yang tak kukenal ini ke tempat tidur
Kyuna yang hanya dapat di tiduri oleh satu orang saja. Dengan pelan, Kyuna
melepaskan heels yeoja itu dan menyelimutinya. “Biarkan dia tidur, Oppa..” ujar
Kyuna lalu menarikku keluar dari kamarnya.
Kyuna memberikan segelas air mineral padaku lalu duduk
dipinggir tempat tidurku, “Tadi Oppa bertemu dengannya dijalan. Sepertinya dia
habis mabuk, dan mencoba untuk menabrakan dirinya pada sebuah mobil yang
melintas. Sungguh yeoja gila..”
“Lalu dia pingsan?” Kyuna memandangku bertanya.
“Ne, dan karena Oppa tak tahu dimana rumahnya, jadi Oppa bawa
kemari saja, kasihan kalau dia Oppa tinggal sendirian.”
Kyuna mengangguk-angguk, “Siapa namanya Oppa?”
Aku terdiam menggeleng, “Molla, kita belum berkenalan.” Aku
memandang jam dinding kamarku yang menunjukkan pukul tiga pagi. “Yaa tidurlah,
sudah sangat pagi. Besok kau akan mengantuk jika tak cepat tidur.”
Kyuna berlari kearahku dan memelukku, “Ne Oppa, Neomu saranghae,
Oppaaa.”
Aku membalasnya dengan pelukan erat, “Nado saengi.
Jalljayoo..” Kugendong Kyuna lalu kutidurkan dia ditempat tidurku,
menyelimutinya dan mematikan lampu.
**
SEO YEONG POV
Aku terbangun dari tidurku, kepalaku pusing sekali, ah ya
kuingat semalam aku mabuk berat. Dan dimana aku sekarang? Sebuah kamar? Omonaa,
siapa yang melakukannya padaku? Tapi tunggu, ini kamar anak-anak. Ada banyak
poster princess di dinding, dan beberapa bingkai foto seorang anak dan pria,
dan sepertinya aku mengenal pria itu, siapa dia? Aku turun dari tempat tidur
dan membuka pintu, kulihat seorang pria sedang memasak didapur dan seorang anak
kecil perempuan sedang duduk menonton tv lalu menoleh padaku.
“Oppa, dia bangun..” ujar anak itu pada pria yang dia panggil
‘Oppa’ itu.
Namja itu menoleh
padaku, “Baguslah” ujarnya datar tak menunjukkan ekspresi apapun padaku.
Aku keluar dari kamar, “Dimana aku?”
“Kau tak ingat kejadian semalam? Dasar yeoja gila” ujar pria
itu ketus. Yaa kenapa dia bicara begitu padaku?!
“Oppa!! Jangan bicara seperti itu!” seru yeoja kecil itu,
“Tadi malam Eonni hampir tertabrak mobil, dan Kyuhyun Oppa menyelamatkan
eonni.” Jelas gadis itu. “Dan karena eonni pingsan, Oppa membawa eonni kemari.”
Tambahnya.
“Ahh ya benar aku ingat semalam aku mabuk berat. Bunuh diri?
Bagaimana bisa?”
“Molla”
Aku memandang keduanya, “Terima kasih untuk semuanya”
“Cepat mandi, dan kita akan makan bersama, eonni..”
“Em, adakah baju yang bisa ku pakai?” tanyaku. Namja itu
memandangku kesal lalu masuk kekamarnya dan kembali dengan membawa sebuah kaus
bergaris merah dan sebuah celana pendek.
“Jangan sampai robek atau kotor!” ujarnya lalu kembali ke
dapur.
**
Aku menatap diriku dicermin, tak terlalu buruk mengenakan
pakaian pria. Aku keluar dari kamar mandi dan duduk dikursi meja makan.
“Siapa nama eonni?” tanya yeoja kecil yang duduk disampingku.
“Mmm, Jeong Seo Yeong. Panggil saja Seo Yeong. Dan kau?” aku
memandang Kyuna dan Kyuhyun yang terkejut memandangku.
“Cho Kyuna. Bangapta eonni-ya, oh ya kenalkan, dia Oppa ku,
Oppa yang paling baik didunia, Cho Kyuhyun.” Kyuhyun? Cho Kyuhyun? Aku
memandang namja itu dengan sangat memperhatikan. Cho Kyuhyun? Benarkah namanya
Cho Kyuhyun?
“Cepat habiskan makananmu, lalu akan ku antar kau pulang.”
“Aniyo! Aku tak mau pulang ke rumah.” Seruku padanya.
Dia memandangku terkejut, “Lalu?”
Aku terdiam, “Aku tak ingin pulang. Aku tak ingin
dijodohkan..” aku menunduk dan menahan emosiku.
“Mwo?” dia terdiam sebentar, “Jadi kau kabur karena akan
dijodohkan?”
Aku mengangguk terdiam. Bagaimana mau aku dijodohkan,
sedangkan aku masih menunggu dia, dia yang berjanji padaku akan kembali.
Aku memandangnya memohon, “Kyuhyun-ah, bolehkah aku tinggal
disini?”
Dia gantian memandangku, Kyuna juga. Kyuna memandang
Oppa-nya, “Ijinkan dia Oppa. Kasihan”
Kyuhyun menghembuskan napasnya dengan sedikit kekesalan,
“Dengan apa kau akan tinggal disini?”
Aku kembali ke kamar Kyuna dan mengambil pakaianku tadi, dan
kembali ke meja makan. “Aku punya ini!” aku mengeluarkan beberapa ATM dan
lembaran uang. “Akan kubayar setengahnya padamu, bagaimana?”
“Baiklah. Tapi tak ada kamar untukmu.”
“Itu bukan masalah. Jadi, boleh kah aku tinggal disini?”
ujarku tersenyum bahagia. Dia mengangguk.
“Aaaah, neomu gomawo Kyuhyun-ah!!” ujarku girang lalu
melanjutkan makanku.
Selesai makan aku membereskan meja makan dan membawa piring
ke tempat mencuci piring, “Langsung bereskan piringnya.” Ujar Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssi”
panggilku. Dia menoleh padaku. “Aku tidak bisa mencuci piring..” ujarku lirih.
Dia menatapku terkejut, “Mwo? Omona, kau ini seorang yeoja!
Bagaimana bisa seorang yeoja tak tahu caranya mencuci piring?!” aku menunduk,
aku anti dengan sabun cuci piring, dan bagaimana bisa aku harus mencuci piring?
“Mian hae, Kyuhyun-ah..”
“Yasudah. Letakkan saja disana. Nanti biar aku yang bereskan.”
Kyuhyun menggendong tas selempangnya dan memakaikan sepatu untuk Kyuna. Aku
duduk di sofa depan TV, Kyuna sibuk mengikat tali sepatunya yang tak jadi-jadi.
Aku menghampirinya dan membantunya, “Begini caranya..”
kuajarkan dia mengikat tali sepatu dengan benar. Dan jadi.
Dia berdiri dan membungkuk padaku, “Gomawo eonni!” dia
tersenyum dan aku mengangguk. “Eonni, mau ikut?” tanya Kyuna.
“Kemana?”
“Coffee House milik Kyuhyun Oppa. Hari ini aku akan menemani
Oppa disana. Ayo ikut!”
“Bolehkah aku ikut, Kyuhyun-ssi?” tanyaku memandangnya dan
berharap dia membiarkanku ikut dengannya.
Kyuhyun memandangku sebentar lalu mengangguk, “Asalkan tidak
membuat kacau. Kau bisa apa disana?”
“Membantumu memberikan kopi pada pembeli!” ujarku semangat.
“Baiklah, cepat berkemas. Aku sudah terlambat.” Ujar Kyuhyun.
**
AUTHOR POV
“Kita jalan kaki?!” tanya Seo Yeong pada Kyuhyun.
“Ne, tidak jauh dari sini.”
“Kenapa tidak naik taksi saja?” Seo Yeong berjalan kesal
dengan heelsnya yang berwarna pink marun itu.
“Taksi?” Kyuhyun memandang Seo Yeong heran. “Dengan jarak
yang dekat, kau akan menghabiskan uang jajanmu.”
Seo Yeong terdiam dan mengikutinya berjalan, hampir dua ratus
meter jauhnya dan akhirnya mereka sampai di coffee house yang lumayan besar
ini.
“Apa ini milikmu sendiri?” tanya Seo Yeong.
“Milik eomma. Bukan milikku.”
“Ohh begitu, lalu dimana eomma mu?”
Kyuhyun terdiam lalu menyuruh Seo Yeong masuk “Tak ada banyak
waktu untuk menjelaskan. Cepat masuk” ujar Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
Aroma kopi yang wangi benar-benar memenuhi ruangan ini. Bau
khasnya membuat Seo Yeong betah berada didalam sana.
“Kyuhyun-ssi, yeoja chingu-mu kah?” tanya salah seorang
pekerja yang seumuran dengan Kyuhyun.
“Mwo? Aniya. Hanya temanku saja. Seo Yeongii, kenalkan, dia Kim
Jong Woon. Sahabatku yang ikut mengelola kedai kopi ini.”
Seo Yeong membungkuk pada Yesung, “Annyeong! Jeong Seo Yeong
imnida.”
Yesung tersenyum simpul pada yeoja didepannya lalu
mengenalkan dirinya.
“Berikan pada pelanggan di meja nomor tujuh!” ujar Kyuhyun pada
Seo Yeong. Seo Yeong berlari cekatan mengantarkan pesanan pada pelanggan.
Seharian Seo Yeong membantu Kyuhyun mengantarkan pesanan ke
meja pelanggan. Sedangkan Kyuna hanya duduk sambil bermain iPad. Tak terasa jam
sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
“Kau lelah?” tanya Yesung pada Seo Yeong.
“Hmm, cukup lelah, tapi menyenangkan!” Seo Yeong mengelap
keringat yang ada pada keningnya.
Yesung memberikan segelas mocacinno ice pada Seo Yeong,
“Untuk mengobati rasa lelahmu.”
Seo Yeong menerima dengan senang hati, “Gomawo, Jun Hyung-ah!
Kau baik sekali.” Seo Yeong langsung meminum mocacinno ice itu dengan tawa
senang. Dilihatnya Kyuhyun yang sedang melayani pelanggan dengan semangatnya
yang tak pernah pudar.
“Dia adalah orang yang hebat. Tanpa orang tua, bisa mengurus
diri sendiri. Dan membanggakan!”
Seo Yeong bersandar pada meja pesanan memandang sosok Kyuhyun
yang sekarang sedang mengajarkan Kyuna membuat sebuah love diatas
cappucino-nya.
“Apakah disini hanya ada pekerja namja saja?”
“Mm, ya, hanya ada tujuh orang disini. Kyuhyun tak pernah mau
mempekerjakan seorang yeoja. Entahlah kenapa. Tapi aku heran, kenapa dia mau
mempekerjakanmu disini.”
“Oh begitu. Namja aneh.” Gumam Seo Yeong
“Aku kebelakang sebentar, masih ada urusan. Tak apa bukan?”
“Ne, gwenchana. Terima kasih buat mocacinno-nya Yesung-ah!”
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, dan Kyuhyun
memutuskan untuk menutup kedai kopi nya lebih awal.
Kyuhyun menggendong Kyuna yang tertidur dipunggungnya. Kyuhyun
dan Seo Yeong berjalan menyusuri jalanan yang mulai sepi.
“Aku tak ingin dijodohkan.” Ujar Seo Yeong memecahkan
keheningan.
“Kenapa? Pasti orang tuamu memilihkan yang terbaik untukmu.”
“Tidak bagiku, aku sedang menunggu seseorang.” Kyuhyun
terdiam. Aku juga sedang menunggu
seseorang, dan sebentar lagi dia akan datang..
“Namja chingu-mu?”
“Ah aniya, hanya temanku.”
“Kau anak tunggal?”
“Aniyo, aku punya adik laki-laki. Dia sekolah disini. Dan kau
sendiri?”
“Ayah Ibuku bercerai. Dan aku memilih untuk tinggal sendiri. Dan
Kyuna meminta untuk tinggal bersamaku.
“Mwo? Kau hanya berdua?”
“Ya begitulah..”
“Lalu, kau juga masih sekolah bukan?”
“Tentu saja di Kyunghee University. Seminggu ini sedang
diliburkan karena kampus sedang ada acara besar-besaran penyambutan siswa dari
London. Dari pada aku ikut berpartisipasi, lebih baik aku jaga kedai. Dan kau?”
“Ohh, benarkah? Aku juga di Kyunghee, sedang libur juga.
Ternyata kita satu kam
KYUHYUN POV
Aku keluar dari kamar Kyuna dan kulihat Seo Yeong merapikan
kasur dibawah dan bersiap untuk tidur, aku melihatnya tidak tega sekali. “Yaa,
kalau kau mau, tidurlah di kamarku, aku akan tidur disini.”
Dia memandangku, “Hm? Aniyo, aku tahu diri. Tak apa aku tidur
disini.”
“Baiklah kalau begitu.” Aku membalikkan badan hendak masuk
kamarku tapi kemudian kuurungkan niatku, “Seo Yeong-ah?”
“Ne?”
“Jalljayo!” ujarku tersenyum.
Dia mengangguk, “Jalljayo Kyuhyun-ah!” dia menutupi diri
dengan selimut.
Aku merebahkan diri diranjang lalu memandang langit-langit
kamar. Lusa. Tak sabar untuk lusa. Aku akan bertemu dengannya. Bagaimana
keadaanmu Yeongi-ah..
**
“Selamat pagi, Kyuhyun-ah!” sapa Seo Yeong. Kulihat apartmen
benar-benar bersih. Dia merapikan tumpukan dvd dibawah TV, dan kulihat Kyuna
sudah rapih dengan bajunya dan tas punggungnya.
“Kau mengerjakan semua ini?”
“Tentu saja, kau fikir aku tak bisa melakukannya?”
Aku menggaruk kepalaku lalu mengambil handuk, “Mmm, gomawo,
Seo Yeong-ah..”
Dia mengangguk, “Aku akan mengantar Kyuna ke sekolah. Dan aku
akan menyusul ke kedai kopi. Jadi kau tak perlu terburu-buru.”
“Ahh? Begitu? Oh ya baiklah. Dan terima kasih sudah
membantuku.”
SEO YEONG POV
Aku menggandeng tangan Kyuna yang kecil dan berjalan ke halte
bus. Sekolahnya tak jauh dari sini, hanya sepuluh menit naik bus.
“Kau pulang pukul berapa Kyuna?” tanyaku pada Kyuna.
“Pukul dua belas. Bisakah eonni menjemputku?”
“Tentu saja. Eonni akan menjemputmu tepat waktu. Selamat
belajar. Dan jangan banyak bermain, ok?”
“Nee eonni-ah!” Kyuna melambai padaku dan berlari masuk
kedalam sekolahnya. Aku berjalan ke halte untuk kembali ke kedai kopi.
Kulihat Kyuhyun yang sedang sibuk membersihkan dan menata
meja-meja. “Ada yang bisa kubantu?” tanyaku tersenyum.
Dia tersenyum manis menggeleng, omona, baru kali ini aku
melihatnya tersenyum seperti itu :3 “Aniya. Kau duduk saja, tunggu pelanggan
datang.”
“Baiklah. Hwaiting Kyuhyun-ssi!!” kataku menyemangatinya. Dia
mengangguk tersenyum.
Hari ini aku membantu Kyuhyun mengantarkan pesanan ke
meja-meja pelanggan dan tentunya belajar membuat moccacinno fload. Aku menghampiri
Kyuhyun yang sedang menuangkan krimy diatas cappucino-nya.
“Apakah itu sulit?” tanyaku padanya. Aku duduk disampingnya,
tatapannya tak berubah sama sekali, tetap fokus pada cappucinno-nya.
“Aniyo. Sangat mudah.” Dia meletakkan krimy dimeja. “Kau mau
mencoba?” Aku mengangguk tersenyum. Kyuhyun mengajariku cara menuangkan krimy
pada cappucino. Dan beberapa kali mencoba, gagal.
“Ahhh sudahlah. Aku memang tak bisa membuatnyaaaaa.” Ujarku
kesal.
“Ya, kau menyerah huh? Ayo coba lagi!” Kyuhyun menuntun tanganku
menuangkan krimy dengan bentuk love diatasnya.
Tiba-tiba jantungku berdebar-debar tak karuan. Aigooo, ada
apa ini? Kulihat cappucinoku, dan jadi.
Aku tersenyum bahagia, “Jadi jadi jadi!! Gomawo Kyuhyun-ah!!”
“Jangan pernah menyerah, pabo!”
“Aiiish, kenapa kau memanggilku pabo?” ujarku kesal.
“Karena kau memang pabo dan lucu!” dia terkekeh usil. Hhh,
namja ini sungguh menggemaskan.
“Kau sama sekali tak memiliki seorang namja chingu, Seo
Yeong-ah?” yaa kenapa dia bertanya masalah ini?
“Mmm, aniyo. Aku sedang menunggu seseorang, seseorang yang
aku sayangi.” Ujarku lirih, kemudian tersenyum tanpa alasan.
Dia memandangku, “Targetmu, huh?”
Aku berdecak kesal, “Issh, aniyo! Aku tak pernah mempunyai
target. Dan jika ini aku jadi dengannya, akan jadi yang pertama untukku.” Dia
mengangguk-angguk mengerti, “Dan kau sendiri?”
“Aku juga sedang menunggu seseorang. Peri kecilku.”
“Kau pedophil?!!” seruku terkejut.
“Dasar paboya!!” dia menggesik kepalaku kecil, “Aniyo! Aku
sudah jatuh cinta padanya sejak kecil! Bukan karena aku suka dengan seorang
anak kecil”
“Kekekeke, ku fikir kau memang.........”
Kyuhyun memotong kata-kataku, “Diamlah, pabo!!”
Aku terkekeh melihatnya kesal, kulihat jam tanganku
menunjukan pukul sebelas siang. “Yaa sudah pukul sebelas, aku harus menjemput
Kyuna.”
“Kau yang akan menjemput? Gwenchana?”
Aku mengangguk, “Gwenchana, kau lanjutkan saja kerjaanmu. Oh
ya, apa perlu Kyuna kubawa kemari lagi?”
“Aniyo. Kau pulang saja dengannya. Kasihan dia kalau ikutan
lembur. Aku akan lembur malam ini.”
Aku terdiam lalu kemudian mengangguk “Oh baiklah. Jangan lupa
untuk makan, Kyuhyun-ah!” aku mengalungkan tas ku kemudian melambai padanya.
“Ne, hati-hati dijalan.”
Aku berjalan menuju halte bus, duduk didekat pintu masuk. Tak
lama kemudian bus ini sampai di halte dekat sekolah Kyuna. Kulihat Kyuna sudah
menunggu didepan gerbang sekolahnya dengan berkali-kali mengusap peluh di
keningnya.
“Kyuna-ahhh!!” seruku berlari padanya. “Kau sudah lama
menunggu?”
Dia mengangguk, “Ternyata pulang pukul sepuluh..”
“Aigoooo, kenapa kau tak menelfon Oppa-mu? Lain kali jangan
pernah menunggu disini. Menunggulah didalam. Arraseo?”
“Ne eonni. Mm bisakah kita makan? Aku sangat lapar”
Aku mengangguk menggandeng tangannya yang kecil, “Tentu saja!
Ayo kita makan!”
AUTHOR POV
Seo Yeong menidurkan Kyuna ditempat tidurnya. Sejenak dia
memandang Kyuna, gadis kecil ini mirip sekali dengan Kyuhyun. Seo Yeong
berjalan keluar dari kamar Kyuna dan menutup pintu kamar. Seo yeong berjalan
menuju kamar Kyuhyun, melihat sekeliling kamarnya. Rasa penasarannya muncul
lagi, dia melihat-lihat barang-barang Kyuhyun.
Aku membuka laci dimeja samping tempat tidurnya, ada headset
disana, headphone, dan satu ponselnya yang dimatikan. Ada sebuah kalung dengan
bandul bentuk gembok disana dan satu gelang tangan dengan hiasan kunci
disekitarnya. Sangat manis, mungkin untuk calon kekasihnya nanti, batin Seo
Yeong.
Seo Yeong menutup laci meja itu kemudian terdiam, bagaimana kalau aku memang menyukainya?
Hari sudah semakin petang, udara diluar sana cukup dingin,
sudah hampir memasuki musim dingin. Seo Yeong duduk ditaman belakang gedung
apartmen, dengan sapuan angin diwajahnya, membuatnya teringat akan sebelas
tahun yang lalu. Apa mungkin Kyunchan
akan mengingat semuanya? Janji kita? Kurasa tidak...
Seorang namja memperhatikan Seo Yeong lalu berjalan
menghampirinya, “Eonni?!!!” seru namja itu yang tak lain adalah Seoung Jo, adik
laki-laki Seo Yeong.
Seo Yeong nampak terkejut dengan kehadiran Seoung Jo yang
tiba-tiba, “Jo-ah!?” tiba-tiba Seoung Jo memeluk Seo Yeong dengan erat.
“Eonni-ya, aku rindu padamu!! Kemana saja kau?” dia
mendongakkan kepalanya sehingga dapat melihat wajah Seo Yeong.
“Aku tak ingin pulang, aku sedang ingin sendiri. Ada urusan
apa kau di apartmen ini?”
“Aku baru saja main dari rumah Baek Hae. Dan tak sengaja
melihat eonni dari atas, dan kuputuskan untuk memastikan. Ayo pulang, kami
merindukanmu!!” dia merengek pada Seo Yeong.
Seo Yeong menggeleng tersenyum, “Aniyo. Kau tega membiarkan
aku menikah dengan namja itu? Aku tak ingin, Seoung Jo-ah!”
“Hhhh eonni, kalau ada apa-apa, telfon aku,” ujar Seoung Jo
lalu memeluk Seo Yeong lagi.
“Pasti Seoung Jo-ah! Pulanglah, nanti appa marah padamu! Oh
ya, jangan bilang pada appa kalau aku disini, arraseo?”
Seoung Jo memandang Seo Yeong sebentar lalu mengangguk dan
berpamitan. Seo Yeong tersenyum sedih, sangat rindu pada adiknya itu, tapi dia
juga tak ingin pulang dan dijodohkan.
**
Kyuhyun memandang Seo Yeong yang tertidur diayunan taman.
Bibirnya membentuk sebuah senyuman. Dia duduk disamping Seo Yeong. Andai kau punyaku, tapi tak bisa.. Aku sudah
memiliki gadisku.
Jemari Kyuhyun menyentuh pipi Seo Yeong, dengan hati-hati,
takut kalau dia akan membangunkannya.
Seo Yeong terbangun pelan-pelan, “Kau sudah pulang,
Kyuhyun-ah?”
Kyuhyun tersentak kaget, dia langsung menyembunyikan
tangannya dan berlagak tak terjadi apa-apa. Degup jantungnya mulai tak teratur.
Dia mengatur nafasnya, dan mencoba tenang.
“Kau menungguku?” tanya Kyuhyun.
“Mmm ya, aku tadi tak bisa tidur, jadi aku menunggumu disini.
Sudah lama disini?”
“Aniyo, baru saja aku sampai disini. Ayo masuklah, nanti kau
masuk angin!”
“Aku sudah biasa
keluar malam, sebaiknya kau yang masuk, kau kan lelah?”
“Kalau begitu, aku akan menemanimu disini.”
Seo Yeong terdiam, “Nanti kau sakit!” Kyuhyun menggeleng.
“Kapan kau akan pulang?” tanya Kyuhyun sambil mengayun
ayunannya.
“Molla. Aku sedang tak ingin pulang. Aku akan dinikahkan jika
aku pulang!”
“Apa kau tak mencoba menjelaskannya pada kedua orang tuamu?”
Seo Yeong menghembuskan napas panjang, “Aku sudah jelaskan
berkali-kali kalau aku tak ingin menikah. Tapi mereka sangat keras kepala.”
“Ohh begitu, yah sepertinya orang tua mu ingin sekali
menimang seorang cucu.” Kyuhyun terkekeh memandang Seo Yeong yang bengong
didepannya.
“MWOYA?! CUCU?! Aiiish jinja!! Aku tak mau!!” seru Seo Yeong
dengan mata terpejam pejam tak ingin.
“Kekekeke kau ini lucu sekali. Kau tak suka pada anak kecil,
huh?” Kyuhyun terkekeh geli.
Seo Yeong menggeleng, “Bukannya begitu, hanya saja mereka
mengesalkan, tapi entahlah, rasanya beda antara Kyuna dan anak-anak lainnya.
Kyuna sangat manis, dan dia sangat baik.”
“Nee adikku memang sangat manis, seperti aku!” Kyuhyun
mengerlingkan sebelah matanya pada Seo Yeong sehingga membuat Seo Yeong
terkekeh.
“Kau ini sangat percaya diri!!”
Kyuhyun mencolek pundak Seo Yeong “Akui saja kalau aku ini
manis, iya bukan?”
“Aiiish jinja jinja jinja!” Seo Yeong memonyongkan bibirnya
lalu terkekeh.
“Oppaaaaaa, eonniiii..” Seorang gadis kecil mengenakan piyama
berjalan kearah mereka, lalu duduk dipangkuan kyuhyun.
“Yaa, kenapa kau kemari? Kau bisa sakit nanti” ujar Kyuhyun
lalu melepaskan jaketnya dan menyelimutkannya ditubuh kecil Kyuna.
Seo Yeong mengacak rambut Kyuna, “Benar apa kata Oppa-mu,
sayang”
“Kalian sedang tak ingin diganggu ya? Ahh memang kalian
sangat cocok.” Ujar Kyuna lirih. Kyuhyun dan Seo Yeong saling berpandangan.
“Oppa, jadikan saja Seo Yeong eonni kekasihmu. Dia sangat
cocok, dan baik hati.” Ujar nya lagi, membuat keduanya salah tingkah.
Kyuhyun memetot hidung mungil Kyuna “Yaa apa yang kau
bicarakan anak kecil? Aiiissh..”
“Aku tak bohong Oppa. Eonni adalah orang yang cocok untukmu.”
Kyuhyun menelan ludah lalu memandang Seo Yeong lalu keduanya tertawa bersama.
**
“Hari ini aku ada urusan, kau berangkat duluan saja, tak apa
bukan?” tanya Seo Yeong saat sarapan pagi.
Kyuhyun menghentikan aktifitas makannya, “Mm nanti aku juga
akan pergi, dan mungkin akan pulang malam.”
“Oh begitu, baiklah.”
Selesai makan, Seo Yeong cepat-cepat beres-beres apartmen,
mengantar Kyuna sekolah dan berdoa sebentar di gereja. Semoga dia akan datang.
Siang ini tak terlalu panas sehingga membuat orang-orang
memilih untuk stay di diluar rumah. Seo Yeong berjalan memasuki area namsan
tower, mencari satu gembok dari beribu gembok yang terpasang dipagar namsan
tower itu. Hatinya berdebar-debar, tak sabar untuk menanti pangeran kecilnya,
dan dia berharap semoga pria itu masih ingat akan janjinya. Seo Yeong melihat
gemboknya yang bertuliskan namanya dengan seseorang, tangannya menggenggam
gembok itu dan seorang namja berdiri disampingnya, mengenakan T-shirt dan
celana jins, mengenakan headphone yang dikalungkan dileher, juga menggenggam
gembok itu bersamaan dengan Seo Yeong.
“Seo Yeongi? apa yang kau lakukan disini?”
“Kyuhyun-ya, apa yang kau lakukan disini?” tanya mereka
bersamaan.
Gimanaaaa ? bagus ? Alhamdulillaaaaaaaah :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar