Rabu, 05 Desember 2012

Love at First Right, believe ?


Love at first sight.
Pernah denger nggak ?
Itu terjadi sama aku ke-sebut saja namanya ooh-dia. Semenjak pertama masuk SMA, sebuah organisasi PMR masuk kekelasku buat promosi organisasinya. Dan dia masuk.
Seorang cowok dengan perawakan cukup tinggilah, putih, sipit, pipinya merah, dan manis tentu aja. Nggak tau kenapa, sih tertarik aja sama dia. Selama organisasi PMR itu promosi, pandanganku nggak beralih dari ooh. Dia berdiri dipojok kelas deket almari buku, sambil pegang mading PMR.
Sesekali dia menjelaskan tentang PMR, nggak detail, cuma nambahin aja. Udah bisa ketebak, dari raut wajahnya aja, udah kelihatan kalau dia pendiem, dan bicara seperlunya.
Sungguh, dari sanalah aku mulai menjadi pengagum rahasianya. Sayangnya, kami beda kepercayaan. Aku menganut kepercayaanku pada Allah SWT, sedangkan dia pada Jessus, katolik.
Awalnya aku kira dia Islam karena selama bulan puasa, dia pasti ke masjid bareng teman-temannya. Dan yang benar-benar bikin aku gila, bisa jingkrak-jingkrak, setiap kali dia ke masjid, dia tiduran diluar, pipinya merah banget, dan Vega bilang, itu kayak pantat bayi. Oke itu ngaco.
Setiap kali dia guyon sama teman-temannya, pipinya selalu bersemu merah. Membuatnya semakin kece aja.
Dan orang yang pertama kali aku kasih tahu tentang perasaanku ini adalah Meisha-sahabatku-, juga Fira, Nazilla.
Masing-masing dari mereka juga punya crush. Dan itu semakin membuat girang ketika crush kami lewat didepan kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar