Rabu, 23 Februari 2011

You and Me Part 2



Aku melipat kembali surat darinya, dari orang yang sampai saat ini masih menetap dihatiku. Tiba-tiba saja aku teringat akan kejadian satu tahun yang lalu.
Kau tahu bukan bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang kau cintai? Dan itu juga gara-gara para penggemarmu, jika kau seorang artis terkenal. Setiap hari aku selalu mengingat kejadian itu, kejadian dimana orang yang sangat kusayangi meninggalkanku karena para fans ku yang sangat agressif.
Flashback ..
16 Agustus 2009
Siang itu fotoku dan seorang gadis yang sedang memasak bersama didapur dormku ku upload di akun tweeterku. Namanya Kim Shin-Ra. Dan banyak sekali para ELF yang menanyakan siapa gadis itu. memang sengaja tak kuberitahu siapa namanya. Aku memang pernah menjalin hubungan dengannya. Tapi sekarang sudah tidak, karena kami juga sering bertengkar dan kami putuskan untuk berteman saja. tapi sampai saat ini pertemanan kami itu masih seperti layaknya kekasih. Sering jalan berdua dan kadang aku senang mengajaknya ketaman kota.
Jujur saja, aku masih masih dan masih sangat menyayanginya. Ada keingan untuk memintanya menjadi kekasihku lagi. Tapi aku takut mengatakannya.
“Ryeowook Oppa! mau temani aku membeli kado?” tanya Shin-Ra padaku.
“Kado? Untuk siapa?”
“Untuk Yesung Oppa..! sebentar lagi kan dia ulangtahun?”
“Ah-ya benar. Ayoo..!”
Shin-Ra adalah adik sepupu Yesung hyung. Ia sangat menyayangi Yesung. Kedua orang tua Shin-Ra ada di Amerika sekarang. Pemilik sebuah perusahaan terkenal disana. Shin-Ra memilih ikut dengan Sungmo dan Sukbu-nya yang tak lain adalah ayah dan ibu Yesung-ssi.
Dimall..
“Hmm.. apa yang sebaiknya kubeli untuknya?”
Aku melihatnya sedang bingung memilih barang-barang disebuah shop didalam mall itu.
“Hm.. Dia sangat suka pada kaus merah, dan apa ya?” komentarku kemudian.
“Ah aku tahu..!”
Setelah kami selesai membeli kado untuk Yesung-ssi, Shin-Ra mengajakku ketaman kota. Ini masih memasuki musim gugur.
“Oppa, kau tahu kenapa aku menyukai musim gugur?”
“Anio. Waeyo?”
“Karena aku merasakan ketenangan dimusim ini, daun-daun berguguran sama seperti masalah-masalahku yang terus berkurang. Dan udara dimusim gugur itu tidak dingin, membuatku merasa hangat..!”
“Oh ya? Hm.. baiklah, kalau begitu aku juga akan menyukai musim gugur.”
“Dan kau tahu Oppa, kenapa aku menyukai suaramu?”
“Eh?”
“Karena suaramu selalu bisa membuatku tenang, membuatku merasa terbang kelangit, membuatku merasa semua lagu yang kau nyanyikan itu hanya untukku..!” ucapnya terkekeh.
“Dasar lebay..! Sebegitunya kah?”
“Hh,hm.. aku senang mendengarkanmu menyanyi, aku ingin suatu hari nanti kau bisa membuatkan sebuah lagu untukku!”
“Aha.. Tidak hanya satu lagu saja yang akan kubuatkan untukmu, kalau bisa satu album soloku.. kalau begitu aku juga akan mulai menyukai suaraku sendiri..”
“Kenapa kau ikut-ikutan?!”
“Karena kesukaanmu adalah kesukaanku juga!”
“Ah kau ini, aku senang jika berada disampingmu Oppa…!”
“Oh ya? Ah aku memang orang yang menyenangkan…” gumamku dengan penuh percaya diri.
“Rye-Oppa! Nyanyikan satu lagu untukku..!”
“Ah?”
“Ne, jebal…!”
“Hm.. Dengan satu syarat!”
“Mwo?”
“Setelah ini kau temani aku memasak!”
“Ne! cepat..! yang terakhir saja!”
Aku pun mengalah dan mulai menyanyikan laguku One Fine Spring Day. Kulihat Shin-Ra sangat menikmati laguku, memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya dibahuku. Aku tersenyum dan terus bernyanyi. Setiap aku bertemu dengannya, ia selalu mengajakku ke taman kota, dan selalu memintaku menyanyikan sebuah lagu untuknya. Dan tanpa kusadari, ternyata ada dua pasang mata yang terus memperhatikan kami disana.

Yesung mengguncang-guncangkan badanku dan berusaha membangunkanku. Pertamanya aku mengabaikan tingkahnya itu tapi lama-kelamaan ia membuatku sangat pusing.
“Aish, ada apa hyung??!! Kau ini menggangguku!” seruku pada Yesung. Kulihat ada kecemasan diwajahnya dan akupun bangun dari tidurku.
“Baca ini..!” Yesung-ssi memberikan sebuah majalah yang cukup terkenal di Korea Selatan. Aku membelalakan mataku saat melihat dan membaca apa yang tertuliskan disampul depan itu. Fotoku bersama Shin-Ra kemarin. Dari mana majalah ini mendapatkan fotoku bersama Shin-Ra..??!


“Ommoooo..! Ige mwoyeyo…?!!!” teriakku sambil terus melanjutkan membaca.
“Omo..! Wookie-ah, kau tahu berita itu menjadi berita utama disetiap acara seputar selebritis!” ucap Eeteuk hyung yang sudah berdiri disamping Yesung.
Aku masih sangat kacau, apa Shin-Ra sudah membaca berita dan melihat foto-foto ini? Ah aku paling tidak senang melibatkan orang yang kusukai pada publik!
Aku segera beranjak dan mengambil ponselku, mencoba menghubunginya. Tapi,
Maaf nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif atau berada diluar service area…
Ah…! Kenapa ponselnya tidak aktif? Tiba-tiba saja, aku merasakan sesuatu yang aneh. Aku mencoba tenang dan menghela napas.
“Jangan panic, Wookie..! nanti siang kau harus segera adakan jumpa pers, kalau kau tidak ingin ia menjadi tontonan public!” ucap Eunhyuk hyung kemudian memberikanku segelas air putih.

Shin-Ra pov
“Yesung Oppa..! jangan khawatir seperti itu..! kalau sudah terjadi, jangan disesali atau diungkit lagi. Biarlah..” ucap Shin-Ra pada Yesung.
“Bukan begitu masalahnya, Aku tidak mau kau terlibat masalah dan menjadi bicaraan public, Ra! Aku tidak mau…!”
“Aku tidak papa. Jangan cemaskan aku.. Oke? Oh ya Oppa..! Ini ada sesuatu untukmu..!” Shin-Ra mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang dari tas ranselnya dan memberikannya pada Yesung.
“Apa ini? Hari ini kan bukan hari ulangtahunku?”
“Ne, arasso. Ulang tahunmu dua hari lagi kan? Aku hanya ingin memberikan ini lebih cepat padamu, karena aku ingin menjadi orang pertama yang memberikanmu hadiah, Oppa! Dan jangan buka kado ini sampai hari ulang tahunmu tiba!”
“Kau ini bisa saja! Gomawo, chagi..!” Yesung memeluk Shin-Ra dengan erat.
“Dan satu lagi, tolong berikan ini pada Ryeowook Oppa ya?” kata Shin-Ra sambil mengeluarkan kotak berukuran sedang lagi pada Yesung.
“Apa ini?”
“Sudah berikan saja sewaktu dia ulang tahun! aku tidak bisa memberikannya padanya, karena urusanku terlalu banyak..! ”
“Mwo? Kan masih lama..?”
“Sudah, tidak usah bawel…! Ne?”
“Ne, sekali lagi terima kasih chagi..!”
Yesung berpamitan pada Shin-Ra karena ia harus kembali ke gedung pertemuan. Shin-Ra melangkahkan kaki akan menuju ke mobilnya tapi tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dan menyeretnya menuju kemobil berwarna hitam didepan mobilnya. Shin-Ra berusaha berteriak minta tolong, tapi obat bius yang ada disaputangan itu berhasil membuatnya pingsan…

“Aku sudah jelaskan pada kalian bukan? Ia bukan siapa-siapaku lagi. Ia adalah saudara dari Yesung hyung! Jadi aku mohon jangan banyak mempublikasi tentangnya di televise….!” Ucapku kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu. para wartawan terus mendesak meminta penjelasan yang lebih dariku, itu membuatku sangat pusing.
Tapi aku sudah berhasil menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh para wartawan dengan baik.  Aku mengambil ponselku dan memencet nomor Shin-Ra. Lagi-lagi ponselnya tidak aktif. Ah, kemana gadis itu?
“Hyung..! kau tadi bertemu dengan Shin-Ra?” tanyaku pada Yesung saat ia masuk ke ruang khusus untuk para member SuJu.
“Ya, ia memberiku sebuah hadiah. Tapi, aku belum boleh membukanya. Kenapa?”
“Ponselnya tidak aktif hyung!” ucapku penuh kecewa. Ah, kenapa tiba-tiba aku jadi merindukannya?
“Mungkin batrainya habis?” celetuk Kyu-Hyun.
“Yak Kyu! Ini sudah kesekian kalinya aku mencoba menghubunginya..!”
Setengah hari ini aku diselimuti dengan perasaan gelisah, gadis itu sama sekali tidak menghubungiku?! Biasanya jam segini ia memintaku untuk bertemu ditaman kota?
Setelah ini aku juga harus tampil menjadi bintang tamu disebuah acara distasiud televise terkenal di Korea Selatan.
Aku memutuskan menyanyikan lagu One Fine Spring Day, dan lagu itu kutujukan padanya. Hatiku benar-benar merasa gelisah tapi aku bisa menghayati lagu itu.

Shin-Ra pov…
Shin-Ra membuka matanya, kepalanya masih sakit karena bius tadi. Dimana dia sekarang? Dan mengapa tangannya diikat kebelakang seperti ini? Ruangan ini benar-benar sangat pengap, cahayanya sangat kecil sekali. Shin-Ra menggerang kesakitan karena tali yang mengikat tangannya itu sangat kencang.
Tiba-tiba saja lima orang wanita masuk kedalam ruangan gelap itu dengan membawa balok kayu.
“Ah sudah bangun rupanya kau…!” ucap salah satu wanita yang memakai mini dress putih dan jaket kulit hitam itu.
“Wow.. ternyata ini orangnya! Lumayan juga..!” ucap wanita yang ada disebelahnya. Ia mengelus kepala Shin-Ra dengan halus tapi kemudian menjambak rambutnya dengan kasar.
“Apa yang kalian mau dariku?! Tolong lepaskan aku..!”
“Apa katamu? Lepaskan? Aku saja sulit mencari waktu yang tepat untuk mendapatkanmu, dan sekarang kau bilang, lepaskan? Hahaha” gadis itu tertawa dan melepaskan jambakannya itu. Shin-Ra menggerang kesakitan.
Wanita yang memakai tank top pink dan hotpans berdiri didepan Shin-Ra dan mendangakkan dagu Shin-Ra dengan kasar.
“Kau tahu apa kesalahanmu?!”
“Kau sudah membuat kesalahan sangat besar..! berfoto dengan Ryeowook Oppa!”
“Mwo?! Yang benar saja, lalu apa urusanmu, hah?!”
“Jangan berteriak padaku! Jelas saja ada urusannya, ia seorang bintang besar. Dan kami paling tidak suka ada orang yang sok kenal dengannya! Arasso?!”
“Lalu apa mau kalian?!”
“Membuatmu sengsara, karena ulahmu itu!” tiba-tiba saja kelima wanita itu mendorong kursi yang diduduki Shin-Ra sehingga ia terjatuh dengan keras.
“Aaaagh..!” Shin-Ra menggerang kesakitan. Salah satu dari mereka kemudian menyuruh Shin-Ra untuk berdiri.
“Itu belum cukup karena ulahmu!” wanita memakai mini dress putih tadi membuka jaketnya dan kemudian berjalan menghampiri Shin-Ra.
“Terima ini..!”
DUuuuukkkkk!
Sebuah pukulan keras mendarat dipipi kanan Shin-Ra. Shin-Ra menggerang kesakitan. Tidak hanya itu, ia juga mendaratkan sebuah pukulan keras lagi dipipi kiri Shin-Ra. Keempat wanita itu bahkan terus memukuli Shin-Ra sampai mukanya sudah babak belur.
“Aiiiish…! Apa-apaan kalian ini?!” Shin-Ra memandang mereka satu persatu dengan tajam.
“Oh.. kau belum puas rupanya..!” sebuah tendangan berhasil mengenai perut Shin-Ra dan membuat gadis itu memuntahkan darah..
Shin-Ra masih kuat untuk beranjak dari teras. Ia berdiri dengan lunglai dan berjalan menghampiri gadis bertank top pink. Hidungnya sudah mulai mengeluarkan darah segar. Tubuhnya sangat sakit sekali, terlebih pada bagian perutnya. Ia mencoba melawan mereka, dan ia berhasil mendaratkan sebuah pukulan pada gadis yang memakai tank top pink tadi.
“Kurang ajar kau! beraninya!” mereka pun berkelahi disana, saling menjambak, saling memukul sampai-sampai gadis bertank top pink itu juga babak belur karena pukulan dari Shin-Ra.
Gadis yang memakai mini dress itu mengambil kursi kayu dan menghantamkannya ketubuh Shin-Ra. Seketika itu juga Shin-Ra berteriak keras dan jatuh kelantai
“Aaaaaghhhhhhh………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!” ia sudah tergeletak dilantai dengan darah yang terus mengalir dikepalanya dan disekujur tubuhnya. Kelima gadis itu sangat terkejut melihat  keadaan Shin-Ra seperti itu. dengan segera mereka berlari keluar meninggalkan Shin-Ra sendiri disana.
Shin-Ra masih sempat sadarkan diri, kepalanya benar-benar sangat sakit. Tulang belakangnya seakan sudah remuk tidak bisa untuk berdiri. Ia sudah menangis menahan sakitnya. Terisak meminta pertolongan. Tiba-tiba saja ia teringat akan ponsel yang ada disaku kemejanya. Diambil ponsel itu dengan lemah dan ia mencoba mencari nama seseorang kemudian menempelkannya ditelinga. Tubuhnya sangat sakit, ia merasa darah ditubuhnya sudah habis dan syaraf-syaraf di otaknya sudah tidak bekerja secara normal lagi.
Terdengar suara seorang pria diseberan telepon dengan cemas memanggil namanya.
“Shin-Ra ssi..! dimana kau?!”
“Kim Ryeowook Oppa..! Help m-me..” Suaranya bergetar, menahan sakit dan juga isakannya. Tapi tiba-tiba semuanya seakan pudar dari mata Shin-Ra dan kemudian gadis itu tak sadarkan diri dengan darah yang terus mengalir dari kepala dan punggungnya. Suara seorang pria yang memanggil  namanya itu terus menerus terdengar tanpa ada jawaban….

Aku dan Yesung hyung sudah mencari Shin-Ra kemana-mana. Bahkan ke taman kota yang biasa kita kunjungi, tapi nihil. Ini sudah hampir sehari ia tidak pulang ke rumah Yesung hyung. Member yang lain juga ikut mencari Shin-Ra. Kami sudah kewalahan mencari gadis itu dan akhirnya kami putuskan untuk melapor ke polisi.
Tiba-tiba saja ponselku berdering, dan ini…! Shin-Ra…! Ah akhirnya gadis itu menelfon..!
“Shin-Ra?! Kau ada dimana?! Kami sudah mencarimu kemana-man—“ belum selesai aku menyelesaikan kalimatku tiba-tiba saja gadis itu sudah menyela dengan suara yang bergetar ketakutan dan isakan.
“Kim Ryeowook Oppa…! Help m-me…” Shin-Ra terisak disana.
“Shin-Ra ssi..! kau kenapa?” tanya ku dengan nada cemas. Tak ada jawaban dari Shin-Ra.
“Yeoboseyooo..? Yeoboseyooo..? Shin-Ra?! Jawab aku?!! Shin-Ra…!” aku menyerukan namanya berkali-kali tetapi gadis itu tidak menjawabnya. Perasaanku mulai kacau, hatiku serasa diremas-remas. Sesuatu sedang terjadi padanya! Yesung hyung, Eeteuk hyung dan yang lainnya bertanya padaku, apa yang sebenarnya terjadi. Aku mulai menitikkan air mata menceritakan yang baru saja terjadi. Dengan cepat Eeteuk meminta polisi melacak nomor Shin-Ra sedang dimana ia sekarang.
Setelah mendapatkan alamat, beberapa mobil polisi dan juga mobil kami langsung menuju ketempat dimana Shin-Ra berada. Sebuah gudang bekas?
Aku buru-buru turun dari mobil dan berlari masuk kedalam gudang yang cukup besar itu. kupanggil namanya dengan isakanku yang menjadi-jadi.
“Shin-Ra ssi…! Dimana kau?” panggilku berteriak keseluruh penjuru. Polisi langsung bergegas mencarinya juga teman-temanku.
Aku melihat sesosok tubuh gadis tergeletak dipojok gudang dengan darah dimana-mana. Darahku seakan habis tersedot, detak jantungku seakan berhenti seketika, hatiku berdebar-debar melihat seorang gadis yang sangat kucintai tergeletak lemas disana. Aku segera menghampirinya.
“Yesung hyung! Eeteuk hyung! Shin-Raaaaa….!” Panggilku terisak-isak.
Aku menopang tubuh gadis itu dan membawanya dalam pelukanku. Perasaanku benar-benar kacau sekali. Wajahnya sudah babak belur dan dipenuhi dengan lumuran darah. Aku terisak-isak didepannya.
“Shin-Ra.. bangunlah… bertahanlah..!” ucapku. Yesung dan eeteuk juga para polisi langsung menuju kemari. Aku menatap Yesung-hyung.
“Cepat panggil ambulance hyung! Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya!” seruku pada Eeteuk. Dengan cepat Eeteuk memencet nomor ambulance dan meminta mereka untuk cepat datang kemari.
“Shin-Ra, bertahanlah…! Kau pasti tertolong..!” Yesung-ssi terisak sambil menggenggam tangan Shin-Ra.
Para polisi dengan cepat segera melacak siapa pelakunya. Dan tak lama kemudian ambulance datang, mereka segera menggotong Shin-Ra dan membawanya ke rumah sakit.

Aku dan yang lainnya duduk menunggu didepan ruang UGD. Menunggu hasil dari dokter. Aku masih terisak didepan pintu UGD. Kulihat orang tua Yesung-ssi sudah datang, kami juga sedang menunggu orang tua Shin-Ra datang. Rencananya sore ini mereka akan langsung terbang ke Korea.
Tuhan, jagalah ia selalu.. berikan ia kekuatan untuk hidup, jangan ambil dia dariku dan yang lain.. Aku menyayanginya…
Eunhyuk hyung duduk disebelahku terisak dan merangkulku.
“Jangan terus menangis, kita harus doakan dia supaya ia bisa tertolong. Jangan bersedih terus, dongsaeng…!” Eunhyuk hyung memelukku. Aku tidak bisa menahan air mataku, kubiarkan ia mengalir terus.
“Hyung aku takut ia kenapa-kenapa.. Aku tidak mau kehilangannya hyung…!”
Tiba-tiba seorang dokter keluar dengan beberapa perawat, aku segera berjalan menghampirinya. Yesung-hyung terlihat sangat cemas dan bertanya pada dokter itu.
“Bagaimana dok keadaannya sekarang?”
“Ia mengalami pendarahan pada otaknya, kehilangan banyak darah. Dan persediaan darah dirumah sakit ini sudah habis. Dari keluarganya, tolong untuk bisa mendonorkan darah untuknya..” jelas dokter itu.
“Aish, golongan darahku AB” ucap Yesung-ssi penuh kecewa.
“Aku saja dok, ambil darahku untuknya..! ayo cepatlah..!” ucapku dengan penuh semangat.
“Maaf golongan darah anda apa?”
“O. cepatlah dok..!”
“Baik, mari ikut saya..!”
Aku memasuki laboratorium dan dicek segalanya. Kemudian dokter membawaku ke UGD. Kulihat Shin-Ra terbaring lemas disana, dengan alat bantu disampingnya. Kulihat juga banyak selang yang menempel pada tubuh gadis itu. Oh tuhan, bantulah dia untuk tetap hidup…..
Aku dan dokter keluar dari ruangan itu,
“Kondisinya masih sangat kritis, dan jika ia bisa melewatinya itu akan memperbaik keadaan. Dan kita akan segera melakukan oprasi untuk menutup pendarahan diotaknya.” Ucap dokter pada kami.

Polisi sudah berhasil menangkap para pelakunya, segera saja aku, Yesung-hyung, dan Eeteuk hyung langsung datang ke kantor polisi.
Kami memasuki ruang yang cukup gelap dan hanya ada satu lampu redup disana. Aku melihat ada lima wanita duduk tertunduk disana. Tiba-tiba saja emosinya mulai naik saat polisi memberitahu bahwa merekalah yang sudah membuat Shin-Ra seperti itu.
Aku mencengkram kerah salah seorang gadis yang berambut pendek dengan penuh emosi.
“Kau tahu apa yang sudah kau lakukan?! Apa maksudmu melakukannya hah…!!!” bentakku padanya. Ia menangis dan menundukkan kepala.
“Tatap aku…! Kenapa kau melakukannya?!! Apa kau mempunyai masalah dengannya!!!!” emosiku sudah semakin menjadi-jadi melihatnya tidak mau menjawab. Yesung-hyung menatapnya dengan tajam.
“Jawab aku..!!!!!” bentakku padanya lebih keras.
“Karena aku tidak suka jika kau berfoto dengan wanita lain…!” jawabnya dengan nada bergetar ketakutan. AKu masih mencengkram kedua kerah bajunya.
“Memangnya kenapa?!!! Dan memangnya siapa kau?! Tahu apa kau tentangnya?! Kau hanya seorang fans yang ada batasannya?!!” seruku dengan penuh emosi, air mataku sudah mulai membasahi pipi, napasku berhembus lebih cepat dari biasanya. Aku mulai menurunkan kerah bajunya.
Dan kulihat sekarang giliran Yesung-hyung yang menatapnya dan mendangakkan dagu gadis yang memakai tank top putih dan celana jins panjang.
“Kau tahu apa yang kau lakukan itu benar-benar sudah membuatku membencimu…! Kalian fikir, kalian siapa?! Dan apa kalian tahu siapa dia?!!! Dia adalah saudaraku…! Dan kalian hampir membunuhnya..!” seru Yesung-hyung dengan isakan. Kelima wanita itu Nampak terkejut mendengar penjelasan dari Yesung-hyung.
“Maafkan kami.. kami tidak tahu, kalau dia saudaramu Oppa..!”
“Tidak perlu memanggilku dengan sebutan Oppa! Seharusnya kalian berfikir dulu sebelum bertindak..!” serunya lagi.
“Jika terjadi apa-apa pada Shin-Ra..! AKu tidak akan pernah bisa memaafkan kalian.. Dan kalian harus menanggung akibatnya!” ucap Yesung-hyung sambil berjalan keluar dari ruangan itu. Aku memandangi kelima gadis itu dan kemudian melangkahkan kaki keluar bersama eeteuk hyung.

Sudah seminggu ini aku selalu datang ke rumah sakit untuk menjenguk gadisku itu, dan hari ini gadis itu sudah sadarkan diri. Dan besok rencananya dokter akan langsung mengoprasi Shin-Ra. Hari itu kugunakan sebaik-baiknya untuk berbicara pada Shin-Ra.
“Shin-Ra ssi…”
Shin-Ra tersenyum lemah masih dengan selang-selang yang menempel pada tubuhnya.
“Maafkan aku, semua ini salahku. Seharusnya hari itu aku menyamar, tidak terbuka seperti itu.” ucapku sambil memandang gadis itu. hatiku benar-benar sakit jika melihatnya seperti itu.
“Ini.. ini bukan salahmu Oppa..”
“Maafkan aku, karena aku kau jadi korbannya, Mian ne, chagi…”
Aku menggenggam tangannya. Memandang gadis itu. kalau saja ia bisa menggantikan posisi gadis itu.
“Jangan terus menyalahkan dirimu sendiri.. “
Aku mendekatkan kepalaku ketelinganya, “Jongmal saranghae…” bisikku padanya. Ia terlihat sangat terkejut dan kemudian tersenyum. Kulihat air matanya keluar dari kedua sudut matanya dan menatapku.
“Jongmal saranghae, oppa… “ balasnya kemudian.
“Ijinkan aku untuk selalu menjagamu, menemani hari-harimu, mengisi lubang kosong dihatimu lagi....”
“Jangan, aku tidak akan bertahan lama.. aku tidak mau kau nantinya kecewa Oppa..!”
“Shin-Ra, aku menyayangimu dengan tulus. Jangan berkata seperti itu, kau pasti akan bertahan lama..! Ijinkan aku melakukannya untukmu…” aku kembali menitikkan air mata dan mencium kening gadis itu.

Hari ini ia akan dioprasi. Yesung hyung, Heechul hyung, Eunhyuk hyung dan Eeteuk hyung meminta managernya untuk mengancel semua jadwal hari ini, terutama Yesung hyung.
Sebentar lagi Shin-Ra harus memasuki ruang Oprasi, rasanya sungguh tidak rela jika ia pergi begitu saja. aku ingin tetap bersamanya.
“Yesung Oppa.. Aku takuuut…” kata Shin-Ra dengan nada bergetar.
Yesung-hyung membelai lembut kepala gadis itu dan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu.
“Jangan takut, chagi.. Kami selalu ada disini bersamamu.. Kami akan terus berdoa untukmu…” ucapnya lirih.
Kulihat air mata mulai menetes dari kedua sudut matanya.
“Wookie Oppa.. Terima kasih sudah menemani hari-hariku.. dan mungkin aku sudah tidak akan bisa lagi menemanimu…” ucapnya seperti orang yang sudah mau pergi. Aku tertegun kaget dan mendekat kearahnya.
“Jangan berkata seperti itu Shin-Ra..! kau pasti bisa…” komentar Yesung-hyung.
“Aku akan selalu ada disisimu.. Jangan menyerah, saranghaeyo…” bisiku padanya. Ia menatapku, dan kemudian memelukku dengan hati-hati. Aku tak kuasa menahan isakanku. Aku menangis dibahunya, iapun juga begitu. Aku tidak mau kehilangannya…
“Aku akan selalu menyayangimu Oppa..” ucapnya padaku lalu ia tersenyum. Senyum itu, ya senyumnya saat pertama kali kuungkapkan isi hatiku padanya setahun yang lalu ditaman kota dan waktu itu kami juga saling marahan walaupun akhirnya aku berhasil mengutarakan isi hatiku.
Ini sudah satu jam dia berada di ruang oprasi, aku, dan para hyungku juga kedua orang tua Shin-Ra terus berdoa dan menunggunya didepan ruang oprasi.
Jangan ambil dia dariku, Tuhan.. Berikan dia satu kesempatan lagi untuk hidup.. Aku mohon.. Aku belum siap kehilangannya, selama ini dia adalah salah satu penyemangatku.. Dan jika bisa, aku mau menggantikan dia diposisinya sekarang.. Tolonglah dia Tuhan, hanya kau yang bisa memberikan keajaiban.. Aku ingin selalu berada disisinya.. Aku ingin selalu menjadikannya sebagai penyemangat hari-hariku…
Dokter keluar dari ruang oprasi dengan wajah penuh kecewa.
“Kami sudah berusaha sebisa mungkin tapi maaf oprasinya gagal..”
Ya, Oprasi itu gagal, Shin-Ra tidak kuat dengan keadaannya seperti itu. Isakan tangis keluarga dan para hyung-ku pecah didepan ruang UGD Rumah Sakit. Banyak juga wartawan yang berdatangan untuk meliput berita ini. Aku terisak-isak dipelukan Eunhyuk hyung. Dia telah pergi meninggalkanku.. Dia telah pergi meninggalkan cintaku.. Dia tak akan kembali…

24 Agustus 2009
Selesai upacara pemakaman, aku duduk disamping Yesung-hyung. Tadi Yesung-hyung sempat terisak tidak mau pulang saat berada dimakam Shin-Ra. Ia masih belum bisa melepaskan adik sepupunya itu. Hari ini adalah hari ulang tahun Yesung hyung. Hari ulangtahun yang seharusnya dirayakan bergembira, tetapi malah kebalikan. Hari ulang tahun yang dirayakan dengan upacara pemakaman Shin-Ra, saudaranya yang sangat ia sayangi. Kami memberikan ucapan selamat pada Yesung, ya walaupun hari ini hari suka duka, kami harus tetap memasang seulas senyum untuk ulang tahun hyung. Yesung-hyung mengambil kotak berukuran sedang dari kamar dorm-nya dan membuka kotak itu masih dengan air mata yang membasahi pipinya. Ya, aku masih ingat itu adalah hadiah dari Shin-Ra yang kami beli tiga hari yang lalu. Ia masih tertawa ceria, dan aku tidak menyadari bahwa akhir dari ceritaku cintaku seperti ini.
Sebuah kaus dan topi berwarna merah sudah ada ditangan Yesung-hyung. Tiba-tiba saja ia menangis dan memeluk kaus itu.
“Gomawo, chagi…..” ucapnya terisak. Aku juga ikut terisak melihatnya, seandainya dia sekarang masih ada..

21 Juni 2010

Hari ini adalah hari ulang tahunku, dan aku sudah menepati janjiku pada Shin-Ra untuk membuatkannya sebuah lagu. Dan lagu itu kutulis dalam bahasa inggris, dan tanpa kusangka langsung saja meledak dipasaran. Aku mendapatkan banyak hadiah ulang tahun dari para fansku. Dan hal itu membuatku teringat oleh gadis itu lagi.
Para member Super Junior memberikanku sebuah kejutan saat kami menjadi bintang tamu disebuah acara di stasiun televise yang cukup terkenal di Seoul.
Aku jadi ingat saat ulang tahunku tahun lalu. Dan waktu itu aku sudah putus dengannya. Dia memberikanku kejutan saat aku sedang menjadi bintang tamu disebuah acara televise, dia keluar dari belakang panggung dengan membawa sebuah kue ulang tahun coklat dengan lilin-lilin kecil diatasnya. Aku sempat menangis saat itu, karena sehari sebelumnya dia berpamitan untuk pergi menemui ayah ibunya yang ada di Amerika. Dan ternyata dia hanya mengerjaiku dan juga para hyungku.

Kami berjalan ke back stage untuk beristirahat, para crew juga mengucapkan selamat padaku, termasuk para Ryeosomnia.
Aku benar-benar sangat senang mendapatkan kejutan itu, Yesung hyung berdiri disampingku dan memberikanku sebuah kotak biru muda berukuran sedang.
“Apa ini hyung?”
“Sudah buka saja, itu dari seseorang yang sangat menyayangimu…”
“Dari Ryeosomnia?”
“Mungkin saja…”
Aku membuka bungkus itu sambil menahan air mataku, aku berusaha menahannya. Ini kan benda yang waktu itu kulihat di little shop? Sebuah bola Kristal yang didalamnya terdapat dua beruang kecil yang sedang duduk dibangku dibawah pohon dan butiran-butiran salju putih didalamnya.kupencet tombol berwarna putih yang ada dibawahnya, salju itu berterbangan didalam bola itu. Indah sekaliDan ada surat didalamnya…


Dear Kim Ryeowook Oppa…
Annyeong hasehyo Oppa..!
Pasti kau bingung, kapan aku membeli hadiah untukmu..? Hari ini hari ulangtahunmu kan? Oh ya aku lupa, SANGEIL CUKHA HAMNIDA…!! Walau aku tidak ada disampingmu sekarang untuk langsung mengucapkan Sangeil Cukha Hamnida untukmu, tapi ucapan itu akan kukirim lewat mimpimu malam ini.. ^^ #Lebay..
Sebenarnya aku sudah membeli hadiah ini satu tahun yang lalu.. Dan tepatnya saat kita membeli hadiah untuk Yeppa..! Ingat kan? Aku tidak sengaja melihatmu sedang mengamati benda ini sambil tersenyum, dan kupikir kau menyukainya. Lalu kuputuskan untuk membelikannya sebagai hadiah ulang tahunmu. Pada saat kita di toko itu, aku sudah merasa bahwa aku tidak akan bisa memberikan hadiah untukmu pada saat kau berulang tahun, makanya aku sekalian saja membelinya untukmu dan menitipkannya pada Yeppa. Maaf jika kau tak menyukainya, Oppa..!
Dan aku tahu, jika kau berjanji pasti akan kau tepati. Terima kasih atas lagumu.
Dan satu lagi, jangan sering menangis karena aku tidak menyukai gayamu menangis..! Hahaha.. Walau kita tidak akan selalu bersama, tapi aku akan tetap menyimpanmu didalam hatiku Oppa..
Choaeyo, Saranghamnida yeonwoni.. Kim Ryeowook Oppa..!
Chagi,
Kim Shin-Ra ^^

Aku tersenyum memandangi surat itu “Aku tidak akan menangis lagi, chagi.. dan kau akan selalu menetap dihatiku…”




5 komentar:

  1. foll back ra.!!!!!!!!
    blogku udah normal ........

    BalasHapus
  2. Sudah seminggu ini aku selalu datang ke rumah sakit untuk menjenguk gadisku itu, dan hari ini gadis itu sudah sadarkan diri.
    itu ditanggal 22 agustus 2009 kan?
    24 Agustus 2009
    Selesai upacara pemakaman
    kok 2 hari kemudian udah meninggal?
    berarti sisa 5 hari dong
    kayak gitu bukan?

    BalasHapus